Benarkah Habib Rizieq Jadi Incaran Sniper? Simak Lima Kejanggalan Ini

Habib Rizieq datang bersama kuasa hukumnya memenuhi pemanggilan Polda Jabar, Senin (13/2/2017). Foto: Riana Setiawan

Habib Rizieq datang bersama kuasa hukumnya memenuhi pemanggilan Polda Jabar, Senin (13/2/2017). Foto: Riana Setiawan

POJOKBANDUNG.com – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab disebutkan mendapat teror. Ia dikabarkan menjadi sasaran tembak sniper alias penembak jitu.

Di pendopo miliknya di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, disebutkan ada bekas tembakan yang diklaim hasil tembakan sniper.

Akan tetapi, ada sejumlah kejanggalan dari dugaan aksi teror yang menimpa Rizieq. Apalagi, pria yang kini menjadi tersangka atas kasus penodaan Pancasila di Polda Jawa Barat itu sudah berada di Saudi Arabia dengan dalih mengungsi.

Selain itu, berbagai dugaan pelanggaran hukum lainnya juga sedang menanti Habib Rizieq.

Benarkah Habib Rizieq diteror, atau mencari alasan untuk bisa kabur dari jeratan hukum yang mengincarnya? Berikut rangkuman JawaPos.com (grup Pojokbandung) terkait lima kejanggalan aksi teror terhadap Rizieq:

1. Bidikan Sniper Meleset

Peneror pria yang kerap mengenakan gamis warna putih itu diduga seorang sniper. Namun, anehnya tembakan sniper tersebut disebut meleset.

Padahal seorang penembak masuk kualifikasi sniper atau penembak jitu tentu memiliki jam terbang menembak tepat sasaran yang tinggi. Tidak semudah itu untuk meleset.

Baca Juga:

Firza Husein Bantah Wanita dalam Foto Syur yang Tersebar Adalah Dirinya

Percakapan ‘Hot’ Diduga oleh Firza Husein, Ini Perkembangannya

Tapi nyatanya, Habib Rizieq terlepas dari bidikan. Seolah-olah pelaku yang menembak adalah orang amatiran, padahal tak sembarangan penembak bisa menjadi sniper.

“Habib Rizieq tinggalkan tanah air, gara-gara ditembak sniper. Kalau nggak salah (penembakan), Selasa (25/4). Untungnya meleset, kena pendopo,” ungkap Ketua Presidium 212 Ustaz Ansufri ID Sambo saat mendatangi kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (28/4/2017).

2. Tak Melapor ke Polisi

Meski mendapat aksi teror, Habib Rizieq tidak melapor ke polisi. Padahal secara tegas, polisi menyarankan membuat laporan. Tujuannya, agar kepolisian bisa mengusut kasus itu.

Polisi tidak bisa bergerak karena penyidik akan bekerja berdasarkan laporan yang dibuat masyarakat. Kalau tak ada laporan, maka insiden penembakan itu tak bisa diselidiki.

“Kami tida bisa bergerak dong. Semua berdasarkan laporan. Kalau tidak ada laporan bagaimana? Pokoknya ya dilaporkan saja dulu,” terang Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus.

loading...

Feeds