Jawa Barat Duduki Rangking Ketiga Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Netty Prasetyani menjadi salah satu pembicara di acara bincang-bincang Tokoh Kartini Masa Kini yang digelar BPKK DPW PKS.

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Netty Prasetyani menjadi salah satu pembicara di acara bincang-bincang Tokoh Kartini Masa Kini yang digelar BPKK DPW PKS.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPW Partai Keadilan Sejahtera Jawa Barat (BPKK DPW PKS) menyelenggarakan acara bincang-bincang Tokoh Kartini Masa Kini dengan tema ‘ Emansipasi vs Kekerasan terhadap Perempuan’, Sabtu (29/4).

Acara digelar sebagai bagian rangkaian kegiatan memperingati Hari Kartini dan Milad PKS yang ke-19 di Hotel Grand Pasundan, Kota Bandung.

Bincang-bincang Tokoh ini dihadiri 150 orang peserta dari unsur partai politik, perwakilan organisasi masyarakat di Jawa Barat, tokoh masyarakat, ketua dan sekretaris bidang BPKK DPD PKS dari 26 kota/kabupaten di Jawa Barat.

Tiga nara sumber pun dihadirkan, yakni Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Dr. Hj. Netty Prasetiyani, Kepala Dinas P3AKB Dr. Ir. Hj. Dewi Sartika, M.Si., dan Ketua Salimah Jawa Barat Dra. Hj. Ani Rukmini, M.Ikom, serta anggota legislatif dari Fraksi PKS DPRD Jawa Barat Drg. Hj. Is Budi Widuri, M.M selaku moderator yang akan memandu acara ini.

Tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia menjadi keprihatinan BPKK DPW PKS Provinsi Jawa Barat. Tercatat sepanjang tahun 2016 berdasarkan data yang dihimpun Komnas Perempuan, 13.602 kasus kekerasan terjadi terhadap perempuan di Indonesia, Provinsi Jawa Barat sendiri berada dalam urutan ketiga dengan jumlah kekerasan yang terjadi sebanyak 1.377 kasus.

Hari Kartini yang seyogyanya menjadi barometer status dan peran perempuan yang strategis dalam tatanan kehidupan keluarga dan masyarakat seperti ironi bagi fakta-fakta di lapangan.

Benarkah nilai-nilai yang dibawa Kartini adalah emansipasi perempuan yang hanya sekedar menuntut persamaan hak antara perempuan dan laki laki di segala bidang, Ataukah yang sebenarnya dibawa Kartini adalah nilai-nilai yang lebih luhur dari hanya sekedar bisa berperan seperti halnya laki-laki?

Dalam diskusi itu diungkap seputar nilai-nilai yang bisa membawa perempuan kepada kehidupan yang lebih maju, lebih berdaya, lebih terjaga dan terlindungi.

Nilai-nilai yang ketika itu terwujud tidak semata akan memberikan kemajuan kepada perempuan, tetapi juga memberikan pengaruh positif bagi kemajuan seluruh unsur keluarga dan menciptakan sebuah ketahanan keluarga, yang akhirnya akan memberikan kontribusi pada kemajuan bangsa.

Bukan merupakan isu baru, namun selalu menjadi topik perbincangan yang panas dan bincang-bincang bersama tokoh ini mencoba mengangkat berbagai pandangan, berbagai hasil kajian dan penelitian untuk berkontribusi dalam mengerem laju angka kekerasan terhadap perempuan, khususnya untuk lingkungan keluarga di Jawa Barat.

(mun)

loading...

Feeds

situs-hti-diblokir-ini-jawaban-pemerintah_m_146139

Situs Hizbut Tahrir Indonesia Diblokir

POJOKBANDUNG.com- SITUS resmi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ditutup pemerintah sejak Sabtu (22/7), Setelah resmi dibubarkan. Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel …