Karangan Bunga Ahok-Djarot Disebut Pencitraan Murahan, Jawaban PDIP Tak Kalah Pedas

Karangan bunga untuk Basuki T Purnama-Djarot S Hidayat yang dipajang di trotoar Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (26/4). Foto: Surya Kawung/JawaPos.Com

Karangan bunga untuk Basuki T Purnama-Djarot S Hidayat yang dipajang di trotoar Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (26/4). Foto: Surya Kawung/JawaPos.Com

 

POJOKBANDUNG.com – Komentar buruk Wakil Ketua DPR Fadli Zon soal karangan bunga yang diterima Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan wakilnya, Djarot Saiful Hidayat dianggap tak pantas diucapkan.

“Statement Fadli Zon bahwa kiriman bunga warga Jakarta untuk Ahok-Djarot sebagai pencitraan murahan sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang pimpinan DPR,” tegas Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP Charles Honoris melalui pesan singkat, Kamis (27/4/2017).

Kata dia, banjirnya kiriman bunga sebagai bentuk apresiasi terhadap Ahok- Djarot adalah hal yang wajar. Sebab, hampir semua survei menunjukkan bahwa kepuasan terhadap kinerja pemerintahan mereka di atas 70 persen.

Baca Juga:

Hahaha… Kata Ucapan di Karangan Bunga untuk Ahok Bikin Ngakak

Wow, Karangan Bunga dari `Fans` untuk Ahok-Djarot Capai 2 Ribu

Usai Kompetisi, Anies Baswedan ke Kantor Gubernur untuk Menghadap Ahok

Tak hanya soal kiriman karangan bunga dari warga DKI, perkataan Fadli Zon yang menyebut masyarakat ingin Ahok dipenjara juga dianggap tidak pas.

Menurut Charles, itu sudah merupakan bentuk upaya intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

“Masa keputusan pengadilan harus mengikuti tafsir semau-maunya Fadli Zon yang mengatasnamakan masyarakat?,” ketus politikus PDIP itu.

Charles lantas mempertanyakan masyarakat mana yang dimaksud? 

loading...

Feeds