Pilkada KBB, Legalitas Kubu Dzan Farid Dipertanyakan

Balon Wakil Bupatik KBB H Budi Sudrajat saat bersama pengurus kubu PPP Dzan Farid beberapa waktu lalu.

Balon Wakil Bupatik KBB H Budi Sudrajat saat bersama pengurus kubu PPP Dzan Farid beberapa waktu lalu.

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH- Komunikasi politik yang dibangun bakal calon (Balon) Wakil Bupati Bandung Barat Haji Budi Sudrajat dengan PPP kubu Dzan Farid dipandang sebelah mata Ketua DPC PPP KBB, Samsul Ma’Arif.

Samsul mempertanyakan soal leglitas yang dikantongi kubu PPP Dzan Farid PPP yang diketui Haji Dadan Andi. “Diakui tidak, jika kubu Dzan Farid mendaftar ke KPU,” tanya Samsul.

BACA JUGA:

Nama-Nama Balon Bupati Mulai Ramaikan Bursa Pilkada KBB

PDIP Sudah Kantongi Nama Jagoan untuk Pilkada KBB

Wakil Ketua DPRD KBB ini menyebutkan, komunikasi politik yang dibangun dengan salah satu balon sah-sah saja.

“Mungkin saja secara dukungan suara tapi tidak untuk legalitas, komunikasi kemarin anggap saja makan-makan gratis,” selorohnya. Samsul pun enggan mengkomentari terlalu jauh soal komunikasi politik itu. “Silakan saja itu urusan orang lain,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU KBB, Iing Nurdin mengatakan, menunggu keputusan dari Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenhumham).

“Posisi KPU hanya sebatas menungggu saja tidak masuk kewilayah mereka (Kubu Dzan Farid, red). KPU hanya terima jadi dimana legalitas Kemenhumham yang kami pakai,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi, Balon Bupati KBB, Haji Budi Sudrajat mengaku, tidak melihat legalitas partai.

“Yang penting mereka orang Bandung Barat dan keterwakilan wilayah per kecamatan yang akhirnya akan membuka silaturahmi antara balon dengan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, proses politik ada mekenisme tertentu baik secara aturan partai maupun KPU.

(bwo)

 

loading...

Feeds