Persib Vs Sriwijaya FC: Jangan Takut, Hadapi Saja!

Pelatih Persib Djanjang Nurjaman (kiri) dan Tony Sucipto. (riana)

Pelatih Persib Djanjang Nurjaman (kiri) dan Tony Sucipto. (riana)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Target Persib Bandung mencapai 13 poin dalam lima laga awal Liga 1 2017 tak tercapai. Itu setelah Persib ditahan imbang Arema FC (0-0) dan PS TNI (2-2).

Dengan hasil itu, Persib tampak seperti masih meraba-raba karakter bermain mereka. Nah, ditengah itu, Persib akan dihadapkan pada tiga pertandingan berat berikutnya. Masing-masing menjamu Sriwijaya FC (29/4) bertandang ke markas ke Persegres Gresik United (2/5) 2017 dan menjamu Persipura Jayapura (7/5).

BACA JUGA:

Netizen Puji Billy Keraf Setinggi Langit

Coach Djanur Tanggapi Kritik Bobotoh dengan Santai

Bukan perkara mudah bisa menghasilkan angka sempurna dari tiga duel tersebut. Mengingat tiga lawan mereka itu bukan lawan biasa!

Bagaimana komentar pemain terkait hal ini? “Kita lihat pertandingan terdekat melawan Sriwijaya FC, kita fokus ke situ saja dulu,” jawab bek Persib Tony Sucipto di Mess Persib, Rabu (26/4).

Pemilik nomor punggung 6 itu mengaku tak menganggap beban dua pertandingan sebelumnya. Namun, sebagai bentuk tanggungjawab pemain, tiga poin mutlak diperoleh dari pertandingan menghadapi Sriwijaya FC.

Kendati punya motivasi berlipat, Tony mengakui melawan Teja Pakualam dkk bukan perkara gampang. Sebab, dalam dua laga awal Sriwijaya FC berhasil mengemas empat poin.

“Jujur saja bukan hal yang mudah. Sriwijaya tim bagus. Mereka (Sriwijaya FC, red) dapat tiga poin di kandang dan bisa nahan imbang Semen Padang,” tutur mantan pemain Persija Jakarta itu.

“Percuma melihat hasil sebelumnya tidak bisa merubah, tapi hasil itu untuk pelajaran ke depan. Kesempatan main di kandang kali ini kita tidak akan disia-siakan,” tegasnya.

(pra)

loading...

Feeds

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj (Dok.JawaPos)

NU Kutuk Pemerintah Israel  

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, mengutuk penguasaan kawasan Masjid Al Aqsa oleh pemerintah Israel.