Fisik Masih Kedodoran, Billy Keraf Butuh Waktu Bersama Persib

POJOKBANDUNG.com, PERSIB – Komposisi pemain muda Persib Bandung masih jadi problem krusial bagi pelatih Djadjang Nurdjaman.

Pelatih yang akrab disapa Djanur itu, mengutarakan hal tersebut, pascatim yang dinahkodainya dua kali ditahan imbang di laga awal Liga 1 2017, atas Arema FC (0-0) dan PS TNI (2-2).

BACA JUGA:

Persib Vs Sriwijaya FC: Jangan Takut, Hadapi Saja!

Billy Keraf Mulai Dikejar-kejar Banyak Fans

Meskipun Fulgensius Billy Paji Keraf berkontribusi terhadap gol kedua Persib dalam partai kontra PS TNI yang dicetak Atep. Namun, Djanur menganggap dalam dua laga awal itu pemain muda belum memberikan kontribusi signifikan bagi tim.

Persib memiliki dua pemain muda andalan, Febri Hariyadi dan Gian Zola. Namun kedua pemain itu kini sedang dalam pemusatan latihan tim nasional U-22.

Untuk pemain muda lainnya, Djanur mengaku masih bingung untuk menetapkan siapa yang akan mengisi tiga slot pemain muda yang memang diwajibkan dalam regulasi Liga 1.

“Kembalinya Febri dan Zola berharap membantu. Sampai saat ini kita masih pusing tanpa keduanya,” aku Djanur.

Namun demikian, ia mengakui, Billy Keraf bisa menjadi solusi bagi timnya. Sayangnya pemain berusia 20 tahun itu, menurut Djanur belum cukup mumpuni dalam fisiknya.

“Billy lemahnya di fisik. Tapi dia pemain pintar, skillnya mumpuni dan tentunya mempunyai kecepatan,” aku pelatih kelahiran Sumedang 59 tahun lalu itu.

(pra)

loading...

Feeds

Kian Patuh Sambil Makan Bakso Puyuh

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI–Puluhan pelaku Usaha Kecil dan Menegah (UKM) di wilayah Pelabuhan Ratu mengikuti diskusi bertajuk “Peran UKM Untuk Negeri” di …

Bangun Ekonomi Rakyat, DPD Sosialisasi LPDB

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Peran Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) sangat strategis untuk membantu pengembangan ekonomi kerakyatan …

Pemkot Cimahi Segera Lakukan Rotasi

Rotasi dan Mutasi pejabat esselon di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi akan segera dilaksanakan. Hal tersebut dilakukan karena, kebutuhan organisasi.