Awas, Konflik SARA Pecah, Pilkada di Jabar Bisa Hancur!

Para pembicara dalam diskusi publik

Para pembicara dalam diskusi publik "Ancaman intoleransi terhadap ketahanan bangsa: peran pemerintah, akademisi, mahasiswa dan pers dalam merawat kebhinekaan" (Asep Rahmat)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Isu keagamaan yang disebar melalui media sosial (medsos) diprediksi juga akan terjadi di Pilgub Jawa Barat 2018.

Seperti di Pilgub DKI Jakarta, isu tersebut dinilai menjadi senjata ampuh untuk memenangkan, atau sebaliknya menumbangkan kontestan dalam sebuah ajang Pilkada.

Hal tersebut dikemukakan penggiat media sosial, Hendra Hendarin. Menurutnya, Pilgub DKI Jakarta yang diwarnai isu agama dimana berawal dari Medsos disinyalir telah menjadi contoh atau acuan untuk ditiru, tak terkecuali Pilgub Jabar.

BACA JUGA:

Da`i Diminta Berperan Ciptakan Suasana Kondusif pada Pilkada Serentak Jabar

Pilgub Jabar 2018, Panggung Pertarungan Para Selebritis

“Kemungkinan besar pasti terjadi terlapas cara dan metodenya seperti apa,” ungkap Hendra saat ditemui usai acara diskusi publik bertajuk ancaman intoleransi terhadap ketahanan bangsa : peran pemerintah, akademisi, mahasiswa dan pers dalam merawat kebhinekaan di Auditorium IFI Bandung, Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Selasa (25/4).

Hendra melanjutkan, sejatinya, Medsos bisa diakses dengan mudah tanpa batas. Hal itu pula membuka kesempatan bagi segelintir pihak tertentu yang profesional dan sistematis untuk memanfaatkan sebagai sarana menjelang Pilkada.

“Isu di medsos masih menjadi senjata,” tegasnya.

Hendra pun mengkhawatirkan jika isu agama diterapkan di Jabar, imbasnya melebar ke setiap daerah yang menggelar Pilkada. “Pilpres dulu kan demikian. Banyak isu-isu hoax berkonten SARA,” imbuhnya.

loading...

Feeds

Bye Bye… CDMA…

PT Smartfren Telecom Tbk mengajak pelanggannya untuk beralih ke 4G LTE Advanced.