Ancaman PSM untuk Maitimo Cuma Gertak Sambal?

Raphael Maitimo melakukan selebrasi gol. (Riana Setiawan)

Raphael Maitimo melakukan selebrasi gol. (Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com, PERSIB- Manajemen PSM kembali melontarkan ancaman akan memperkarakan gelandang naturalisasi Persib, Raphael Maitimo.

Tetapi, sejauh ini laporan atas konflik itu tak juga masuk ke meja pengurus PSSI. Bahkan, ancaman itu dinilai hanya gertak sambal.

Konflik antara manajemen PSM dan Maitimo kembali mencuat saat Persib menantang tuan rumah PS TNI di Stadion Pekansari, Sabtu (22/4). Nama Maitimo pun kembali masuk dalam daftar line-up. Meski hanya sebagai cadangan.

BACA JUGA:

Persib Bandung Terus Dihantui Masalah

Kisruh Pemain, Raphael Maitimo Bisa Tuntut Balik PSM Makassar

Melihat itu, Direktur Umum PT PSM, Irsal Ohorella angkat suara. Ia menilai masuknya nama Maitimo dalam daftar susunan pemain (DSP) adalah sebuah hal aneh. Sebab, pemain yang bersangkutan masih terikat kontrak dan belum mendapat surat pelepasan dari manajemen PSM.

Hal yang paling membuatnya kesal adalah sikap Maitimo yang belum mengembalikan uang muka yang telah disepakati. “Waktu itu ada niat dari pihak Maitimo segera mengembalikan tetapi sampai sekarang belum ada,” katanya.

Alhasil dia pun melontarkan akan melaporkan masalah ini ke pihak operator liga dan manajemen Persib. Ungkapan yang sama saat awal konflik, tetapi urung dilakukan. “Kami bersurat ke manajemen Persib dan PT LIB terkait belum lepasnya status Maitimo dari PSM,” tegasnya.

Media Officer Persib, Irfan Suryadiredja mengira persoalan Maitimo dan PSM sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Karena itu, pihaknya berani memperkenalkan Maitimo saat launching tim.

Soal nama Maitimo di line-up, kata dia, tidak lain karena telah adanya pengesahan dari operator liga. “Kalau kirim surat ke operator tembuskan ke Persib. Kalau Persib tahunya Maitimo disahkan operator,” bebernya.

Ketua Komite Kompetisi PSSI, Yunus Nusi mengaku siap membantu persoalan yang dialami PSM dengan Raphael Maitimo. Hanya saja, ia kembali menegaskan jika sampai saat ini belum ada laporan resmi yang masuk.

loading...

Feeds