Isu Tasik Bakal Diterjang Tsunami Itu Bohong, Warga Jangan Panik

 POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi Bandung merilis penyebab terjadinya gempa bumi di perairan selatan Tasikmalaya, Jawa Barat, karena lapisan bebatuan di titik pusat gempa telah mengalami pelapukan.

Kepala Badan Geologi, Ego Syahrial menjelaskan, kondisi geologi di sekitar pusat gempabumi yang disusun oleh batuan sedimen, batuan gunungapi, dan batuan berumur tersier lainnya, telah mengalami pelapukan.

BACA JUGA:

Gempa Tasik, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Ini Penyebab Gempa yang Guncang Tasik Malam Tadi

Di sebelah utara disusun oleh alluvium, batuan gunungapi dan batuan lainnya berumur kuarter,” ungkap Ego, dalam rilisnya, Senin (24/4/2017).

Seperti diketahui, gempabumi terjadi pada hari Senin, 24 April 2017. Berdasarkan informasi dari BMKG, gempabumi terjadi pada pukul 01:01:10 WIB, pusat gempa berada pada koordinat 8.10°LS dan 117,86°BT dengan magnituda 5,4 SR pada kedalaman 63 km, berada pada 58 km baratdaya Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.

Ego mengatakan, getaran gempabumi terasa di daerah sekitar yang disusun oleh batuan gunungapi berumur kuarter dan batuan sedimen berumur tersier yang telah mengalami pelapukan sehingga bersifat urai dan memperkuat efek goncangan gempa.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas badan penanggulangan bencana. Jangan sampai terpancing oleh isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan yang beredar mengenai gempabumi dan tsunami.

“Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang energinya lebih kecil dari gempa utama,” tegasnya. Dikatakan, gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena energinya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami.

(atp/pojokbandung)

loading...

Feeds