Kota Cimahi Siaga Hujan Disertai Angin Kencang

Hujan badai di Bandung. Iman Herdiana/Pojokbandung

Hujan badai di Bandung. Iman Herdiana/Pojokbandung

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI- Pemerintah Kota Cimahi menyiagakan seluruh personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyikapi cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang mungkin saja terjadi di wilayah Cimahi.

Plt Walikota Cimahi, Sudiarto menyebutkan, ada beberapa langkah dalam penanggulangan apabila nanti terjadi badai di wilayah Cimahi.

“Bersama dinas terkait sudah tentu ada pengawasan terhadap potensi bencana. Tapi tentunya hal itu sangat tidak diharapkan oleh siapapun,” ujarnya.

BACA JUGA:

Bandung Porak Poranda, BMKG: Badai Bergerak ke Wilayah Utara Jawa Barat

Ini Foto Dampak Hujan Disertai Angin Kencang yang Melanda Kota Bandung

Selain itu, Sudiarto mengimbau kepada seluruh warganya untuk tetap tenang dan waspada pada saat memasuki cuaca yang terbilang kurang bersahabat.

“Intinya, perhatikan lingkungan sekitar agar bisa terlindungi dari ancaman bencana,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Bandung memprediksi hujan disertai angin kencang yang sempat memporak-porandakan Kota Bandung dalam satu jam, Rabu (20/4) bergeser ke wilayah Utara Jawa Barat.

Sebab, kawasan seperti Indramayu, Cirebon dan Kuningan bakal lebih awal berganti musim dari penghujan ke kemarau.

“Kejadian kemarin di Bandung dan sekitarnya hanya fenomena peralihan musim (pancaroba) dan akan beralih ke daerah lain,” ungkap Prakirawan BMKG Bandung, Jadi Hendarmin.

Dalam peralihan musim fenomena cuaca ekstrem lumrah terjadi. Biasanya, hujan selalu dibarengi petir, angin kencang dan hujan es seperti kejadian di Kota Bandung.

Berbeda dengan musim penghujan yang dampaknya lebih condong kepada longsor atau banjir. “Beberapa wilayah di Jabar akan memasuki musim kemarau, akhir Mei atau awal Juni,” timpal Hendarmin.

(gat/arh)

loading...

Feeds

Wah! Peringkat ITB Digeser UGM

Nasir mengumumkan UGM behasil menempati posisi pertama dengan skor 3,66 poin, menggantikan ITB (3,53 poin). Di bawahnya disusul IPB