Kapolri Soal Penembakan Mobil yang Bawa Keluarga: Posisi Polisi Ibarat Satu Kaki di Kuburan dan Satunya Lagi di Penjara

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan insiden razia berdarah di Lubuklingau, Sumatera Selatan, memberi sebuah pelajaran berharga bagi kepolisian.

Belajar dari insiden itu, penting bagi anggota punya kemampuan membuat keputusan sebelum melakukan tindakan diskresi. Seorang polisi harus memiliki kemampuan penilaian subyektif yang tepat.

”Tindakan itu untuk menjaga keselamatan publik. Perlu untuk melakukan tindakan yang terukur dan tidak berlebihan,” tutur Kapolri kepada Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group) hari ini.

Kejam! Anak Mutilasi Ibu Kandung dan Simpan Jasadnya dalam Kulkas

Tiru Adegan Film Kartun, Bocah Terjun dari Lantai 10 

Ini Akibatnya Pacaran di Kuburan, Sang Gadis Berteriak Sekerasnya

Menurut Tito, posisi seorang anggota polisi ibarat satu kaki di kuburan dan satu kaki di penjara.

Bila, kurang cepat bertindak dalam bertugas, bisa saja meninggal karena jadi korban pelaku kejahatan.

”Tapi, bila penilaian salah, ujung-ujungnya dihukum,” terangnya.

Dengan kondisi semacam itu, maka yang perlu dievaluasi adalah penilaian dari personel dalam mengambil keputusan saat bertugas. Terutama saat memutuskan diskresi.

loading...

Feeds