Sidang Perdana, Kuasa Hukum Atty-Itoc Bantah Dakwaan Suap

Pasutri Atty Suharti dan Itoc Tochija saat mendengarkan pembacaan Dakwaan oleh JPU, Rabu (19/4). Foto: Riana Setiawan

Pasutri Atty Suharti dan Itoc Tochija saat mendengarkan pembacaan Dakwaan oleh JPU, Rabu (19/4). Foto: Riana Setiawan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Mantan Walikota Cimahi Non-aktif, Atty Suharti dan suaminya Itoc Tochija, terancam penjara maksimal 20 tahun atas kasus suap yang dilakukan pengusaha untuk memuluskan tender di Cimahi.

Dakwaan disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mungki Hadipratiko di Pengadilan Tipikor Kelas 1A, Jalan R. E Martadinata, Bandung, Rabu (19/4).

BACA JUGA:

Wah, Atty Suharti Ngakunya Gak Tahu Soal Asal Usul Dana Kampanye, Dikira…

Itoc Tochija Sangkal Pernah bagi-bagi Fee Proyek Pasar Atas

Mungki menyatakan, keduanya terbukti menerima suap secara bertahap dari Direktur PT Swara Maju Jaya Tri Swhara Dhanu Brata dan General Manager PT Swara Maju Jaya Hendriza Soleh Gunadi sebesar Rp2,4 miliar ditambah Rp500 juta.

Selain itu, pasangan suami isteri ini juga menerima suap secara bertahap dari Samiran sebesar 1,5 miliar.  Keduanya menjanjikan Samiran akan diberikan pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi.

Suap yang diberikan oleh Hendriza, Triswara dan Samiran diduga sebagai komitmen fee untuk mendapat proyek pekerjaan di lingkungan Pemerintahan Kota Cimahi tahun anggaran 2016-2017. Salah satunya proyek pembangunan Pasar Atas tahap dua Kota Cimahi.

Terkait itu, Tim Penasihat Hukum Atty-Itoc, Rivaldi Guci menyatakan, pihaknya tak melihat peran atau keterlibatan Atty dalam kasus suap yang menjeratnya.

“Unsur dari Bu Atty dan Pak Itoc berkolaborasi tidak tergambar dalam dakwaan. Kapan menyerahkan uang ke bu Atty kan tidak ada dalam Dakwaan. Seharusnya JPU menggambarkan secara jelas. Jangan-jangan bu Atty sebagai korban,” katanya.

Selain itu, tim penasihat hukum mempertanyakan dakwaan yang dibacakan, seperti mekanisme Atty menyuruh Itoc menyiapkan dana kampanye yang dinilai tidak jelas.

“Pembelaan akan disampaikan. Kita membantah isi materi. Eksepsi secara formal tidak usah ditanggapi,” pungkasnya.

(bbb)

loading...

Feeds

GIGIT KUKU JARI

Suka Gigit Kuku? Ini Dampak Negatifnya

POJOKBANDUNG.com- MENGGIGIT kuku jari adalah salah satu bentuk dari ketidakseimbangan emosional. Kendati cukup umum dilakukan, namun onychophagia, istilah medisnya, ternyata …