Bandung Lautan Sampah Akan Kembali Terulang? Hi Ngeri

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti Kabupaten Bandung Barat, Selasa (18/4/2017). RIANA SETIAWAN/ RADAR BANDUNG

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti Kabupaten Bandung Barat, Selasa (18/4/2017). RIANA SETIAWAN/ RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bandung kota yang banyak menyandang julukan, baik positif maupun negatif. Julukan muncul biasanya terkait masalah yang dihadapi ibu kota Asia-Afrika ini.

Nah, kali ini Bandung kembali menghadapi masalah sampah. Klasik memang. Sejak dulu sampai sekarang, masalah sampah kota selalu terulang, belum mendapat sentuhan paripurna.

Maka julukan Bandung Lutan Sampah pun kembali mengancam. Julukan ini plesetan dari momen heroik Bandung Lautan Api.

Kenapa julukan miring itu mengancam? Itu datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengancam akan menutup akses pembuangan sampah Kota Bandung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pemprov Jabar punya alasan. Kota yang dipimpin Ridwan Kamil itu belum melunasi tunggakan kompensasi Jasa Pelayanan (KJP) sebesar Rp2,6 miliar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Anang Sudarna mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan tenggat waktu hingga akhir bulan April kepada Pemkot Bandung untuk melunasi tunggakannya.

“Kami akan memberikan sanksi dengan menutup (akses pengelolaan sampah) sampai mereka (pemerintah Kota Bandung) memenuhi kewajiban,” terang Anang Sudarna, di kantornya, Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa (18/4/2017).

“Sampai tanggal 28 (April)-lah. Kalau belum dilunasi, jam 00.00 WIB, 29 April, akan ditutup,” lanjut Anang.

Artinya, Kota Bandung terancam tidak mempunyai TPA untuk membuang sampahnya. Padahal, tiap hari, sampah yang dihasilkan Kota Bandung bisa mencapai 1.200 ton!

Disinggung mengenai hal itu, Anang mengaku tak mau tahu. “Sampahnya? Terserah mereka saja. Barangkali mereka bisa menyelesaikan masalah sampah di luar TPA Sarimukti,” tandasnya.

Ia juga membeberkan, Pemkot Bandung menjadi satu-satunya daerah yang nunggak KJP sampah.

“Saya ingin meluruskan kepada masyarakat, satu-satunnya daerah yang nunggak itu Kota Bandung. Sampai akhir 2016 ini mencapai Rp2,6 miliar. Dan sampai akhir Maret 2017 totalnya Rp6.74 miliar. Itu hanya Kota Bandung saja,” ungkapnya.

Menurutnya, ancaman menutup akses pembuangan sampah ke Sarimukti sebagai pembelajaran. Mengingat tunggakan sudah berlangsung hingga enam tahun sejak kota itu dipimpin Dada Rosada yang kini mendekam di Lapas Tipikor Sukamiskin.

Sebagai catatan, Bandung lautan sampah pernah terjadi pada 2013. Penyebabnya, rusaknya alat berat pengolah sampah di TPA Sarimukti. Maka ribuan ton sampah Kota Bandung tak sanggup tertampung di TPS-TPS yang ada. Kota Kembang alias Paris van Java pun berbau busuk.

Pengalaman serupa terjadi pula pada 2005. Waktu itu, Bandung membuang sampahnya ke TPA Leuwigajah, Kota Cimahi.

Namun tragedi mengerikan terjadi. Gunung sampah di TPA Leuwigajah longsor, menewaskan 156 orang. Akibatnya, TPA ditutup. Bandung pun tak bisa membuang sampah dan harus kembali berjuluk Bandung Lautan Sampah.

(imn/bbb/pojokbandung)

loading...

Feeds

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj (Dok.JawaPos)

NU Kutuk Pemerintah Israel  

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, mengutuk penguasaan kawasan Masjid Al Aqsa oleh pemerintah Israel.