Berkat KAA, Negara di Asia- Afrika Diakui Dunia

Anggota pramuka Kota Bandung mengibarkan bendera negara-negara Asia - Afrika dan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (4/2017). Upacara pengibaran bendera tersebut dalam rangka Peringatan 62 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Riana Setiawan)

Anggota pramuka Kota Bandung mengibarkan bendera negara-negara Asia - Afrika dan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (4/2017). Upacara pengibaran bendera tersebut dalam rangka Peringatan 62 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Peringatan 62 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) melahirkan sebuah stimulus tentang memaknai penjajahan dan kolonialisme di Asia Afrika. Dimana negara berkembang selalu menjadi sasaran empuk tindak penjajahan bangsa yang notabene menjadi negara maju.

Konferensi yang secara khusus diselenggarakan oleh dan untuk bangsa Asia Afrika ini menjadi sebuah tanda pergerakan untuk menghapuskan penjajahan dan meningkatkan kerjasama antar bangsa di wilayah Asia dan Afrika.

Didorong rasa keinginan untuk menghentikan segala bentuk penjajahan dan menjalin kerjasama antarbangsa, diharapkan dapat mewujudkan keadilan dan perdamaian bagi seluruh umat manusia di Asia Afrika.

“Keinginan kuat untuk menghapuskan penjajahan dan menjalin kerjasama antar bangsa bangsa di Asia dan Afrika,” kata Inspektur Upacara KAA sekaligus Duta Besar Teiseran, Foun Cornelius dalam rangkaian Peringatan 62 Tahun Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (18/4).

Cournelius mengklaim, saat ini negara-negara berkembang di Asia dan Afrika sudah dapat memainkan peran secara
internasional. Salah satunya yaitu menjalin hubungan ekonomi internasional.

“Hal tersebut yang dapat menjadi indikator kerja sama dan tringular yang berfokus pada pertukaran pengetahuan dan teknologi. Serta penguatan regionalisme dikawasan Asia Afrika,” ujarnya.

Semakin berperannya negara berkembang di Asia dan Afrika. Negara Afrika yang kerap kali menjadi tertinggal. Saat ini Afrika berhasil menjadi salah satu mesin penggerak dari pertumbuhan ekonomi global.

Selain itu, mengacau pada rinsip Dasasila Bandung yang telah dikukuhkan ke dalam sebuah kemitraan strategis new asian african strategic partnership masih berfokus pada penghapusan penjajahan modern. “Diharapkan kebebasan dan kesejahteraan hidup bangsa Asia dan Afrika dapat terwujud,” ujarnya.

loading...

Feeds

Denda Persib, Ciderai Nilai Pancasila

Keputusan PSSI mendenda Persib atas aksi koreografi bobotohnya dalam mendukung Rohingya dipertanyakan anggota komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah.