Pemerintah Berlakukan Sistem Ganjil Genap di Musim Mudik Lebaran

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com- KEMENTERIAN Perhubungan masih mengkaji sistem ganjil-genap yang akan diterapkan di musim mudik 2017, pada H-3 sampai H+1 lebaran.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan kajian diharapkan selesai bulan depan. Kajian itu dilakukan bersama oleh para ahli, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan beberapa lainnya lainnya.

BACA JUGA:

Angkutan Lebaran, KAI Tambah 6 Trainset Baru

78 Ribu Tiket Lebaran Sudah Ludes Terjual

“Ini kan usulan masyarakat, nanti kita bahas karena sebuah perubahan tidak bisa serta merta. Mei kita kabarin,” tuturnya.

Sistem ganjil genap pada momen mudik bakal jauh lebih ribet dibandingkan di Jakarta. Sebab, ruas jalan yang dilalui pada momen lebaran sangat panjang.

Waktu penerapan sistem itu pun akan sangat sulit dibandingkan jam berangkat dan pulang kerja di Jakarta. ”Positifnya, pasti akan ada pembatasan jumlah kendaraan. Bisa bergantian,” ungkapnya.

Masalah sosialisasi juga menjadi perhatian serius. Karena, jika hal itu tidak dilakukan dengan maksimal, banyak orang yang akan terjebak di pintu-pintu Tol. Kalau sudah terjadi seperti itu, maka macet akan lebih parah terjadi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Pudji Hartanto menambahkan, kajian juga akan memutuskan ruas mana saja yang akan diberlakukan sistem ini. Apakah hanya ruas tol utama atau beberapa ruas tambahan.

”Ini kan dikaji untuk tol. Nanti di situ dibahas juga,” katanya.

loading...

Feeds

Gubernur Jabar Raih Paramakarya 2017

Gubernur Jawa Barat mendapatkan Penghargaan Produktivitas Paramakarya dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia karena dinilai telah sukses memberikan dukungan dan pembinaan …