GP Ansor Tolak Acara Hisbut Tahrir Indonesia di Bandung

Massa yang tergabung dalam sejumlah organisasi ormas Islam Melakukan Apel Akbar tertaik kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur Jakarta non-aktif,  Ahok di depan Gedung Sate,  Jalan Diponegoro,  Kota Bandung, Jumat (18/11). (riana)

Massa yang tergabung dalam sejumlah organisasi ormas Islam Melakukan Apel Akbar tertaik kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur Jakarta non-aktif, Ahok di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (18/11). (riana)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (GP Ansor) Kota Bandung, menolak rencana acara yang akan dilakukan Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat (Jabar) di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar (Monju), Bandung, Sabtu (15/4/2017).

Ketua GP Ansor Kota Bandung, Aa Abdul Rozak mengatakan penolakan tersebut bukan tiba-tiba. Melainkan didasari sejumlah aksi dilakukan HTI di berbagai daerah yang berpotensi memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sehingga Ansor tergugah untuk membentengi NKRI bersama dengan aparat TNI dan Polri,” katanya, melalui siaran pers yang diterima Pojokbandung.com.

Untuk diketahui, HTI Jabar akan melakukan peringataan Isra Miraj dengan tema Masirah Panji Rosulullah Saw di Monju.

Aa Abdul Rozak menegaskan, pihaknya tidak menolak acara pengajian yang akan dilakukan HTI di sela acara tersebut.

“Kami tidak menolak acara pengajian. Tapi kemi menolak deklarasi khilafah, yang itu artinya akan mengganti pancasila dan mengancam NKRI,” kata Rozak.

Rozak mengakui jika yang dilakukan oleh Ansor tidak populer, karena bersifat pencegahan. Namun, kata dia, inilah pilihan Ansor untuk berkontribusi menjaga negara sebagai perwujudan “Hubbul Wathan Minal Iman” yang artinya menjaga negara adalah sebagian dari iman.

“Negara-negara timur tengah bergejolak karena munculnya paham-paham radikal. HTI di luar ditolak, kenapa di Indonesia dibiarkan. NKRI sudah final. Pancasila adalah kalimat pemersatu Indonesia, dengan keberagamannya,” imbuh Rozak.

Penolakan terhadap acara HTI Jabar bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, HTI Subang yang akan menggelar Rajaban 23 April mendatang, juga mendapat penolakan serupa.

loading...

Feeds