Tarifnya Rp12 Ribu, Bandung Metro Kapsul Mulai Beroperasi Januari 2018

Prototipe Metro Kapsul mejeng di Alun-alun Kota Bandung, Jalan Asia Afrika, Rabu (5/4). Foto: Riana Setiawan

Prototipe Metro Kapsul mejeng di Alun-alun Kota Bandung, Jalan Asia Afrika, Rabu (5/4). Foto: Riana Setiawan

POJOKBANDUNG,com, BANDUNG –Pemkot Bandung memastikan ongkos moda transportasi umum Light Rail Transit (LRT) type Metro Kapsul yang paling lambat akan beroperasi 1 Januari 2018 hanya Rp 7.000 – Rp 12.000.

Hal itu karena komponen mesin yang digunakan bermuatan lokal, sehingga diklaim lebih menghemat anggaran. “Ongkosnya tidak jauh beda dengan angkot biasa. Jadi warga tidak perlu gelisah,” ungkap Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

BACA: Metro Kapsul Mejeng di Alun-alun Bandung

Metro Kapsul Bandung Diharapkan Bikin Masyarakat Beralih ke Transportasi Publik

Pembangunan Metro Kapsul Segera Mulai di Bandung

Ridwan Kamil menjelaskan, selain komponen teknologi Metro Kapsul bermuatan lokal. Para insinyurnya merupakan warga Bandung sehingga biaya yang dikelaekan lebih murah ketimbang LRT.

“Kalau pakai LRT biasa itu sudah dihitung tiket sampai Rp 28 ribu. Kan enggak mungkin kalau di Bandung. Makanya kami arahkan pake Metro Kapsul,” imbuhnya.

Meski begitu, saat ini Pemkot Bandung belum bisa mengerjakan proyek tersebut lantaran menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) untuk menunjuk PT Pembangunan Perumahan (PP) Infrastruktur selaku pelaksana proyek.

“Perasaan saya mah sudah ditandatangani tinggal diterbitkan secara resmi. Tapi sambil berproses Perpres-nya kami membereskan perizinan di level bawah,” ungkap Ridwan Kamil.

loading...

Feeds