Pangkas Peluang Kecurangan, Seleksi Tilawatil Quran Terapkan Sistem Online

Ilustrasi (ist)

Ilustrasi (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG –Berbeda dengan gelaran sebelumnya, Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Jabar XV memakai aturan secara online. Aplikasi yang dinamakan e-STQ dan e-MTQ ini diyakini bisa meminimalisasi kecurangan.

Ketua Panitia Pelaksana STQ Jabar XV, Dady Iskandar mengatakan, sistem ini mampu mendeteksi seorang peserta yang memiliki dua status kependudukan. Masalah kependudukan cukup rentan dijadikan peluang untuk berbuat curangan.

“Sebenarnya, sah-sah saja suatu kabupaten/kota memakai pemain dari luar daerah. Terpenting, si peserta tidak diubah status kependudukannya,” ungkap Dadi, Selasa (11/4/2017).

Bukan hanya peserta, pihaknya juga melakukan proses sertifikasi bagi Dewan Hakim yang diroses oleh tim independen. Identitas anggota Dewan Hakim tersebut sengaja dirahasiakan guna meminimalisasi kecurangan.

Khusus mengenai kategori lomba, lanjut dia, STQ ini mempertandingkan empat cabang yang masing-masing diikuti 26 golongan. Kategori ini lebih sedikit dari gelaran Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) yang mempertandingkan tujuh cabang.

Secara rinci, keempat cabang itu, Musabaqoh Tilawah Alquran, Musabaqoh Hifzil Quran 1-5 juz, Musabaqoh Hifzil Quran 10-20 juz, serta Musabaqoh Hifzil Quran 30 juz dan tafsir bahasa Arab.

“Kita mengambil juara ke-1 untuk setiap kategori untuk dijadikan perwakilan Jawa BaratĀ  Nantinya, meraka akan mewakili Jabar di tingkat nasional,” katanya.

Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Jabar XV ini telah resmi dibuka akhir pekan lalu oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Sebanyak 27 kabupaten/kota se-Jabar turut ambil bagian dalam seleksi yang digelar di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jabar.

“Jangan cuma mengincar juara, saya mengharapkan para peserta ini menjadi juara sesungguhnya, yakni menjadi agen untuk mengubah masyarakat ke arah yang lebih baik dan memiliki kesalehan sosial,” kata Heryawan.

(atp/pojokbandung)

loading...

Feeds