Derita Janda Cilik Asal Majalaya, Terpaksa Menikah karena Gosip Tetangga

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBADNUNG.com- TREND pernikahan dini ternyata menjadi penyumbang tingginya angka perceraian. Akibatnya, banyak wanita muda korban perceraian yang kerap digelari janda kecil.

Persoalan ini juga tidak lepas dari peran orangtua. Karena mereka sangat berperan dalam pernikahan dini anaknya. Bahkan ada sebagian masyarakat yang punya acuan bahwa anak-anak adalah mereka yang berusia di bawah 13 tahun.

Pemahaman yang salah itu tentu harus dilawan. Jangan dibiarkan, lalu pasrah dengan menganggapnya sebagai takdir.

”Kalau bicara kasus pernikahan pada usia anak, banyak yang menyangka usianya 11 atau 13 tahun. Tapi, saat kami sebut usianya 17 tahun, mereka malah marah,” kata Adolescent Officer Unicef Indonesia Anissa Elok Budiyani.

Ditambah lagi dengan pergaulan muda-mudi yang semakin bebas. Adakalanya orang tua mau gampangnya, nikahkan saja anak perempuannya daripada sulit mengawasi.

Kondisi seperti itu membuat semakin banyak anak yang terseret dalam jebakan pernikahan dini. Ironisnya dalam kondisi seperti itu, perempuan mendapat posisi yang lebih buruk daripada laki-laki.

Bahkan ada sejumlah orang tua yang memiliki motivasi tujuan dari menikahkan anak perempuannya untuk mengurangi beban hidup, dalam banyak kasus itu tidak tercapai.

Ambil saja contoh DS yang tinggal di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Memiliki suami (K), bukannya dinafkahi, DS malah harus menjadi tulang punggung keluarga.

loading...

Feeds

PAUL POGBA

Paul Pogba Sambut Ramadan di Tanah Suci

POJOKBANDUNG.com- BINTANG Manchester United, tampaknya ingin merayakan bulan Ramadan tahun ini dengan lebih khidmat. Sebab, ia memulai puasa pertamanya dengan …