Ribuan Liter Oli Tumpah Cemari Perairan Waduk Saguling

Waduk Saguling (ist)

Waduk Saguling (ist)

POJOKBANDUNG.com, SAGULING – Sekitar 5.000 liter oli dari mesin steam boiler (ketel uap) PT Central Georgette Nusantara Printing (CGNP) pecah dan tumpah mencemari wilayah genangan Waduk Saguling di Kampung Cibingbin, RT 1 RW 4, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kab Bandung Barat.

Sebelum mengalir ke perairan Saguling, oli turut merendam dua hektare lahan pertanian.

Ketua RW setempat, Rosadi menuturkan, tumpahan oli mulai diketahui Kamis (23/3) setelah dilaporkan warga.

“Pagi-pagi itu sungai sudah hitam pekat dengan oli. Saya cek di genangan Saguling juga sudah penuh oli. Setelah ditelusuri, ternyata olinya itu keluar dari saluran air CGNP,” ujar Rosadi.

Ia menyebutkan, keberadaan oli di aliran Sungai Cibingbin tak hanya mengganggu masyarakat, tetapi merusak lahan pertanian seluas sekitar dua hektare yang dikelola 15 petani penggarap.

Selain itu, oli mencemari perairan Saguling di Cibingbin, sehingga dipenuhi bangkai ikan.

“Warga terganggu, karena baunya sangat menyengat. Itu kan oli sisa pembakaran, jadinya bau. Sungainya itu mengalir ke sawah dan melewati pemukiman penduduk. Setelah lapor ke Dinas Lingkungan Hidup, perusahaan baru melakukan pembersihan. Oli yang di Saguling itu akhirnya diangkuti,” katanya.

Seorang petani, Dede (45) menuturkan, dua petak sawah yang dia garap rusak karena tercemar tumpahan oli. Padahal, sawah itu baru sekitar 20 hari ditanami padi.

“Tanaman jadi rusak, karena airnya itu jadi hitam dan bau. Di sini ada sekitar 15 pertani yang terancam gagal panen, karena sebagian besar sawah di sini memanfaatkan air dari Sungai Cibingbin,” katanya.

Menurut dia, para petani sudah mendatangi perusahaan tekstil tersebut untuk meminta pertanggungjawaban.

Walaupun CGNP menyatakan siap bertanggung jawab, hingga kini dia mengaku belum ada tindak lanjutnya. Petani lainnya, Mardiah (70) menyatakan hal serupa. Dia mengaku terpaksa membersihkan sendiri lahan pertaniannya, karena belum ada tindakan dari pihak perusahaan.

“Saya baru menanam padi empat hari sebelumnya. Saya enggak ke sawah dulu, karena baru ditanam. Dikasih tahu tetangga, ada banjir oli di sawah. Pas ke sawah, saya kaget karena sawah sudah menghitam. Saya sampai nangis, karena banyak tanaman yang rusak. Walaupun olinya ada di permukaan, tapi kan air yang sudah tercemar diserap tanaman,” tuturnya.

(bie)

loading...

Feeds

nagreg

H+3, Arus Balik di Nagreg Masih Normal

POJOKBANDUNG.com, NAGREG- Memasuki H+4 lebaran tahun ini, arus balik di jalur selatan antara Malangbong (Garut)-Nagreg (Bandung) terpantau lancar. Hanya di …
Telkomsel_RAFI2017-1

Lebaran, Trafik Data Telkomsel Melonjak

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Tahun ini Telkomsel kembali mencatat kenaikan layanan data di momen lebaran. Telkomsel mengalami lonjakan penggunaan layanan data …