Nazaruddin Soal bagi-bagi Duit E-KTP ke DPR: Ngaku Saja Supaya Hukumannya di Dunia dan Akhirat Tidak Berat

Nazaruddin

Nazaruddin

POJOKBANDUNG.com – Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin membeberkan bagi-bagi duit megaproyek E-KTP kepada sejumlah anggota Komisi II DPR RI.

“Masalah bagi-bagi duit, saya tau orangnya, ada coret coretannya kok,” ujar Nazaruddin di Persidangan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin(3/4/2017).

Terpidana yang mendekam di penjara Sukamiskin Bandung itu menambahkan, uang itu mengalir ke pimpinan dan anggota Komisi II DPR. Besaran nominalnya bervariasi.

“Waktu itu saudara Andi menyerahkan uang ke Bu Mustoko Weni, lalu dibagi-bagikan ke Ketua Komisi II US$ 500 ribu dan untuk Wakil Ketua Komisi II masing-masing US$ 150 ribu,” ucap Nazaruddin.

Menurutnya, ada beberapa anggota DPR yang protes karena jatahnya tidak sama. Bahkan ada yang minta agar jatahnya disamakan dengan Ketua Komisi II yakni sebesar US$ 500 ribu.

“Memang rata-rata mereka tidak pernah ngaku di persidangan, tapi faktanya mereka terima kok,” tegas Nazaruddin.

Nazarudin berjanji akan membongkar semua pihak yang terlibat dan ikut menikmati aliran suap megap royek e-KTP tersebut.

“Nanti akan saya jelaskan semua. Saya sih udah niat dari awal untuk bantu KPK. Khusus kasus Hambalang, e-KTP,” kata Nazaruddin.

Nazaruddin juga menyesalkan banyaknya politisi yang membantah telah menerima uang suap e-KTP. Ia pun menyarankan agar semua terbuka dan mengakui kesalahannya.

“Ngaku saja supaya hukumannya di dunia dan akhirat tidak berat kan,” katanya.

Dalam kasus ini, Nazaruddin dan Anas Urbaningrum ikut terlibat dalam pembahasan proyek e KTP. Nazaruddin dan Anas telah menerima 11 persen dari anggaran Rp 574,2 miliar.

(fir/pojoksatu)

loading...

Feeds