Pilgub Jabar 2018, Bagaimana Peluang Calon Independen?

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Meski masih setahun lagi, namun suasana Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 sudah mulai terasa.

Bakal calon mulai bermunculan, meskipun di antaranya masih malu-malu untuk mendeklarasikan diri. Salah satu calon yang sudah terang-terangan mengikrarkan diri Ridwan Kamil dengan ‘kendaraan’ Nasdem.

Namun demikian, selain partai politik, pencalonan juga bisa dilakukan melalui jalur perseorangan. Tapi bagaimana peluang jalur non-partai di Pilgub Jabar?

Direktur Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran (Unpad) Muradi, mengatakan, jalur independen tetap menjadi pilihan. Namun semua bakal calon (balon) harus bersiap menguras energi dan finansial.

“Saya rasa itu terlalu sempit jika mereka memantapkan diri melalui jalur independen, Jika dipaksakan itu membutuhkan energi yang luar biasa besar dan sangat mengganggu konsentrasi si calon dalam pemenangan,” kata Muradi.

Tanpa bermaksud meragukan kemampuan para calon gubernur, Muradi mengatakan bahwa jalur independen dirasa mustahil untuk saat ini, karena untuk menjadi calon independen ada beberapa indikator yang harus dipenuhi, salah satunya mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai tanda dukungan.

“Secara prinsipil tidak akan lebih dari 6 bulan dan harus mengumpulkan 2.9 juta fotokopi KTP,” ujarnya.

Disisi lain, balon independen atau perseorangan umumnya selalu dihadapkan dengan kondisi tim pemenangan belum maksimal dan kendaraan politik yang rapuh. “Biaya cukup besar dan membutuhkan banyak Sumber Daya Manusia (SDM),” Muradi menjelaskan.

loading...

Feeds