Valentino Rossi Sebut 8 Kandidat Jawara MotoGP 2017

Valentino Rossi (zimbio)

Valentino Rossi (zimbio)

POJOKBANDUNG.com- AJANG balapan motor yang paling ditunggu akhirnya datang juga. MotoGP 2017 siap digeber. Sirkuit Losail di Qatar akan menjadi panggung pertama, dalam balapan malam, Minggu (26/3) waktu setempat.

Sebelum balapan digeber, Valentino Rossi menyebut, setidaknya ada delapan pembalap yang berpeluang menjadi juara saat balapan berlangsung dalam kondisi normal (bukan mix race atau wet race).

Mereka adalah pasangan Repsol Honda Marquez dan Daniel Pedrosa, lalu duo Ducati Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso, rider Suzuki Andrea Iannone, pembalap LCR Honda Cal Crutchlow, Vinales, dan dirinya sendiri.

“Dan ketika wet race atau mix (basah dan kering) terjadi semua pembalap tanpa terkecuali punya peluang untuk menang,”’ ujar Rossi dikutip Autosport.

Di Qatar akhir pekan ini, tantangan terbesar bisa datang dari Ducati. Skuat Italia itu punya rekor bagus di Losail. Yakni tiga kali kemenangan. Tahun lalu, dua rider-nya Dovizioso dan Iannone berdiri sukses memenuhi podium 2-3.

Masih ingat juaranya saat itu? Ya, Jorge Lorenzo yang kini berseragam merah membela Ducati. Artinya, Lorenzo, yang juga sudah tiga kali menang di Losail dan Ducati adalah perpaduan menjanjikan menyongsong seri pembuka musim ini.

Karena itu menanti debut Lorenzo di Qatar dengan Desmosedici adalah salah satu hal yang paling dinanti. Meskipun Dovizioso diprediksi berpeluang lebih besar untuk mendulang kemenangan.

”Mungkin Dovi akan lebih cepat dariku (di Qatar). Itu sudah terlihat sejak uji coba. Tapi aku akan melakukan yang terbaik, seperti juga Dovi,” ucap Lorenzo yang tak yakin bisa menang di seri pembuka nanti.

Qatar juga bisa menjadi ujian seberapa lama bulan madu antara Rossi dan Vinales di Yamaha. Sebagai new kid on the block Vinales tiba-tiba mencuri perhatian di internal Yamaha dalam waktu terlalu cepat.

Jika terjadi rivalitas sengit antara keduanya hingga memanas seperti ketika Lorenzo belum hengkang ke Ducati, situasi di Yamaha akan kembali tidak kondusif. Padahal Bos Movistar Yamaha Lyn Jarvis menyebut konflik internal yang dua musim terakhir meruncing menjadi salah satu faktor timnya sulit bertarung dengan Honda. (cak)

loading...

Feeds