Dosen Mengaku Jadi Tuhan Penggagas Agama Baru Angkasa Nauli Diduga Idap Skizofrenia

Sabar Nababan, seorang dosen di Universitas Mataram mengaku jadi Tuhan di Agama Angkasa Nauli (SIRTU/LOMBOK POST)

Sabar Nababan, seorang dosen di Universitas Mataram mengaku jadi Tuhan di Agama Angkasa Nauli (SIRTU/LOMBOK POST)

POJOKBANDUNG.com- TINGKAH Sabar Nababan, dosen Fakultas Teknik, Universitas Mataram yang mengaku telah diangkat jadi tuhan membuat heboh.

Bahkan untuk membesarkan agama yang bernama Angkasa Nauli itu Sabar Nababan tengah menyiapkan kitab suci yang disebut dengan “Kebenaran”.

Tak ayal ulah pria kelahiran 13 Juli 1971 Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut) ini mendapat beragam respons dari netizen, setelah dirinya mengenalkan agama itu di media sosial (medsos) Facebook. Mulai dari ada yang jengkel, mencaci maki, hingga menjadikannya bahan lelucon.

Melihat dari penampilan fisiknya, Sabar Nababan ini memiliki tubuh nan kekar, tapi sedikit gemuk dengan kulit sawo matang. Berjenggot dan rambut dicukur pendek. Dua tangannya dilingkari jam dan gelang emas, kacing baju sedikit dibuka sehingga dada nampak lebih maco.

Kepolisian   bergerak cepat dalam melakukan penelusuran paska  deklarasi agama baru yaitu Agama Angkasa Nauli (AAN) yang dideklarasikan oleh Sabar Nababan yang diketahui sebagai seorang dosen perguruan tinggi di Mataram.

Kepolisian telah turun langsung meminta klarifikasi pihak terkait.  ” Yang bersangkutan memang sudah dimintai klarifikasinya Minggu siang (19/3). Ini baru pemeriksaan awal terhadap yang bersangkutan,”  ujar Kabid Humas Polda NTB AKBP Tribudi Pangastuti seperti ditulis Radar Lombok (Jawa Pos Group-pojokbandung.com), Selasa (21/3).

Selain itu, kepolisian juga disebutnya sudah meminta keterangan dari orang terdekat atau keluarga Sabar Nababan. Dari hasil keterangan yang diperoleh menyatakan, Sabar Nababan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ).  “Itu keterangan dari istrinya,”  katanya.

Polisi, kata Tribudi,  saat ini akan melakukan pendalaman.  Polisi akan mengecek  kapan dan berapa lama Sabar di rawat di rumah sakit jiwa sesuai dengan keterangan yang disampiakan oleh istrinya.  Nababan sendiri disebutnya sudah mengakui memposting ajakan AAN di media sosial.

“Dia sudah mengakui memposting ajakan tersebut. Tapi kita belum sampai kepada menanyakan pernah dirawat di RSJ kepada yang bersangkutan,”  imbuhnya.

Penelusuran kasus tersebut menurutnya ditangani oleh Polres Mataram. Hasil permintaan keterangan ini juga nantinya akan dikoordinasikan dengan pihak kampus tempat Sabar Nababan mengajar.

Tribudi juga mengakui bahwa sudah ada laporan masyarakat yang masuk ke kepolisian terkait dengan AAN ini. Laporan tersebut kemudian dijadikan acuan untuk menelusuri kasus tersebut.

“Sudah dilaporkan oleh masyarakat. Sekarang segala aktivitas di media sosial yang bersangkutan dalam pantauan kepolisian,”  tandasnya.

(gal/ami/cr-met/nas)

loading...

Feeds