Warga Palangkaraya: daripada Hutan Habis buat Kebun Kelapa Sawit Mendingan buat Bangun Ibu Kota

Suasana kota Palangkaraya. Foto: Disparekraf Palangkaraya

Suasana kota Palangkaraya. Foto: Disparekraf Palangkaraya

POJOKBANDUNG.com – Wacana pemindahan ibu kota negara ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, terus bergulir. Wacana ini mendapat tanggapan positif baik dari warga ibu kota maupun warga Palangkara sendiri.

Tampaknya, rencana pemindahan ibu kota negara itu harus diseriusi oleh pemerintah. Gularto selaku sopir taksi di Palangkaraya mendukung wilayahnya akan menjadi ibu kota. Karena akan membantu perekonomian masyarakat.

“Dari pada hutan habis buat kebun kelapa sawit mendingan buat bangun ibu kota,” kata Gularto.

Menurut pria 60 tahun ini kadatangan pendatang juga dinilai sangat menguntungkan. Karena akan berlomba-lomba membuat usaha di Palangkaraya.

Pasalnya kata dia, penduduk asli Palangkaraya cenderung malas membuka usaha, mereka hanya tinggal di pedalaman, dan bekerja menjadi PNS di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah.

“Tidak ada pendatang Palangkaraya enggak akan berubah, begini-begini saja, ini ramai banyak toko di pinggir jalan karena banyak pendatang,” tuturnya.

Jika nantinya menjadi ibu kota, dirinya berkeinginan pemerintah pusat menambah tempat wisata dan rekreasi. Pasalnya di Palangkaraya tempat wisata sangat kurang jadi wajar saja masyarakatnya kurang piknik.

“Tempat wisata minim hampir enggak ada, ada cuma di kabupaten,ada mal di sini juga hampir tutup,” tandasnya.

Nada positif juga muncul dari pegawai negeri sipil (PNS) Jakarta. Misalnya Nerline Florentina, PNS yang bertugas di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dia antusias jika Palangkaraya menjadi ibu kota menggantikan Jakarta.

Menurutnya, Jakarta sudah tidak sanggup lagi menampung pendatang dan kondisinya sudah terlalu sesak dengan kemacetan di mana-mana. “Tak masalah, kalau memang pusat bisnis di Jakarta dan pemerintahan di Palangkaraya,” ujar Nerline, Senin (20/3/2017).

Kendati senang akan berpindah tempat hidup, namun Nerline akan menghadapi kegalauan, yakni suami bakal kehilangan pekerjaan. Sebab suaminya hanyalah pegawai swasta.

Untuk itu, jika memang dirinya akan ikut pindah bersama PNS kementerian lainnya ke Palangkaraya, Nerline minta tambahan tunjangan kepada pemerintah demi mencukupi kebutuhan hidup di negeri orang. “Minta pemerintah tambah tunjangan kita (PNS), karena kita bawa keluarga juga,” urainya.

(cr2/jpg)

loading...

Feeds

Telkomsel_RAFI2017-1

Lebaran, Trafik Data Telkomsel Melonjak

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Tahun ini Telkomsel kembali mencatat kenaikan layanan data di momen lebaran. Telkomsel mengalami lonjakan penggunaan layanan data …