PKS Lebih Sreg ke Istri Aher Ketimbang Ridwan Kamil

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dan Netty Prasetiyani.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dan Netty Prasetiyani.

POJOKBANDUNG.com- PARTAI Nasdem sudah mencalonkan Ridwan Kamil untuk Pilgub Jabar 2018. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mau latah mengikuti langkah Nasdem itu. Sebab, partai pimpinan Sohibul Iman itu lebih sreg mengusung kader sendiri untuk Pilgub Jabar.

Anggota Majelis Pertimbangan Pusat PKS Jazuli Juwaini menyatakan, partainya memimpin pemerintahan di Jawa Barat. Ahmad Heryawan yang juga kader PKS saat ini menjadi gubernur di provinsi yang beribu kota di Bandung itu.

“Tentu semua parpol kalau sudah memimpin menginginkan kepemimpinannya berlanjut. Itu normal,” tuturnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/3).

PKS memang tidak bisa lagi mencalonkan Ahmad Heryawan pada Pilkada Jabar 2018. Sebab, kader PKS itu sudah dua periode menjadi Gubernur Jabar.

Selanjutnya, PKS membuka peluang bagi istri Aher, Netty Prasetiyani. Apalagi Netty juga kader PKS. “Istrinya Pak Aher kader PKS, sangat mungkin (diusung, red) tapi belum diputuskan. PKS mempertimbangkan dari dalam dan luar,” tutur Jazuli.

Ada kemungkinan juga PKS kembali mengusung Deddy Mizwar sebagai calon wakil gubernur untuk mendampingi Netty. Namun, sejauh ini PKS masih berhitung.

“Deddy Mizwar sangat mungkin bisa didukung lagi. Jadi, masih diurai satu-satu,” jelas ketua Fraksi PKS itu.

Sebelumnya diberitakan, Netty mengaku menanti tiket menuju Pilgub Jabar 2018. Ia mengatakan, belum mendapat tiket dari pimpinan partai soal pencalonan jadi gubernur. Ia menyebut, sambil menunggu akan fokus bekerja dan mengikuti perkembangan peta politik di Jabar.

“Tiket itu diberikan oleh pimpinan partai, jika ada usulan dari pengurus cabang atau pengurus daerah, itu obrolan warung kopi saja, belum A1,” ujarnya saat dihubungi.

Netty mengungkapkan, soal kepastian maju atau tidaknya dirinya di Pilgub Jabar, sebagai kader PKS sudah menyerahkan segala sesuatunya kepada partai.

“Jika pimpinan partai meminta, ya saya serahkan pada mekanisme yang berlaku, walaupun nanti bukan saya yang disusung saya juga harus tunduk patuh pada partai,” ungkap Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga ( TP PKK) Jawa Barat itu. (dna/jpg/arh)

loading...

Feeds