Ridwan Kamil Deklarasi, Ubah Peta Politik Pilgub Jabar

Ridwan Kamil saat menghadiri acara deklarasi Partai Nasdem untuk Pilgub Jabar 2018. (Riana Setiawan)

Ridwan Kamil saat menghadiri acara deklarasi Partai Nasdem untuk Pilgub Jabar 2018. (Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Deklarasi dukungan politik Partai Nasdem pada Walikota Bandung, Ridwan Kamil untuk maju sebagai Cagub Jabar 2018 dilakukan hari ini, Minggu(19/3).

Ketua Pusat Studi Politik & Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Muradi menilai, langkah Ridwan Kamil terlalu dini menerima pinangan untuk dicalonkan sebagai cagub pada pilgub 2018 menjadi potensi masalah yang tidak sedikit.

Selain itu, pasca deklarasi, menurut Muradi, peta politik di Jabar juga akan berbuah. Partai-partai politik yang sejak awal menunggu waktu yang tepat kemudian melihat situasi tersebut bukan tidak mungkin akan membangun barisan.

Misalnya Partai Golkar dan PDI Perjuangan yang kecil kemungkinannya melakukan koalisi dengan PKS, maka hal tersebut dimungkinkan untuk mengusung calon yang dianggap bisa mematahkan posisi politik Ridwan Kamil di Jabar.

“Dan karena peta berubah, maka potensi hasil survey juga akan mengubah hasil dari yang selama ini beredar di Jabar. Artinya jika sinisme menguat karena deklarasi yang terlalu dini untuk maju di Jabar, maka posisi Ridwan Kamil berpotensi secara bertahap akan goyah juga dan tergeser dari puncak. Situasi ini jika tidak dikelola dengan baik, maka nasib Emil akan sama dengan seperti Dede Yusuf pada Pilgub 2013, yang mana secara sistematis terjun bebas, dan kalah pada Pilgub 2013. Padahal Dede Yusuf sejak awal selalu memuncaki hasil survey,” beber Muradi melalui keterangan tertulisnya, Minggu (19/3).

(ca/rmo/pojokbandung)

loading...

Feeds