Tanggulangi Bencana, Pemerintah Gelontorkan Dana Miliaran untuk Jabar

Bencana banjir bandang yang terjadi di Garut, Jawa Barat

Bencana banjir bandang yang terjadi di Garut, Jawa Barat

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Pemulihan pasca bencana banjir bandang dan longsor di Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat mendapatkan perhatian serius pemerintah.

Dana Rp 320 miliar yang diambil dari anggaran cadangan penanggulangan bencana akan dicairkan pada April mendatang.

Kamis (16/3), Wapres Jusuf Kalla memanggil Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Abubakar, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dan Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin terkait pencairan tersebut.

Perwakilan dari kementerian keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat juga hadir. Willem menuturkan dana Rp 320 M itu dibagi untuk penanganan di Bima, NTB, dan Jabar. Perinciannya untuk Bima sekitar Rp 62,9 miliar. Selebihnya untuk Jabar.

“April sudah mulai kerja. Karena inikan sifatnya urgent,” ujar dia seusai rapat hampir 1,5 jam itu. ”Bapak Wapres minta karena inikan situasi darurat, lebih cepat. Sehingga kita sepakat dari Kementerian Keuangan, dari Bappenas, semua yang hadir di sana,” imbuhnya.

Banjir bandang di Bima terjadi pada Desember 2016. Ribuan rumah terendam lumpur dan ratusan ribu orang mengungsi. JK sempat melihat langsung kondisi pasca banjir tersebut. Sedangkan longsor di Garut dan Bandung, Jabar juga terjadi pada akhir tahun lalu.

Willem mengungkapkan dana tersebut ditujukan untuk penanganan darurat saja. tujuannya agar potensi bencana serupa pada musim penghujan berikutnya tidak separah tahun lalu. “Nah itu tadi salah satu penyebabnya kita benahi, yaitu masalah pemulihan lahan. Kedua, DAS (daerah aliran sungai) termasuk normalisasi sungai. itu dulu kita kerjakan,” kata dia.

BNPB mencatat pada 2016 itu kejadian bencana 2.384 kali. Jauh meningkat dibandingkan pada 2015 yang hanya 1.732 kejadian. Salah satu penyebab meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana adalah masalah lingkungan.

Siti Nurbaya menuturkan pada rapat tersebut juga dibahas secara detail penyelesaian penanganan DAS. Meliputi DAS Cimanuk Hulu, Citarum Hulu, dan DAS Sari NTB yang jadi penyebab banjir.

DAS Citarum Hulu yang mencakup 36.817 hektare itu punya lahan yang sangat kritis sekitar 18.600 hektar. Di Cimanuk Hulu sekitar 9.400 hektare. ”Di NTB kira-kira 6.100 hektare,” ujar dia.

Dia menuturkan bahwa rapat-rapat untuk pemulihan pasca bencana itu telah dilakukan beberapa kali. yakni pada Desember, Januari, dan Maret ini. ”Jadwal kerjanya itu April awal atau minggu terakhir Maret ini seluruh persiapan di lapangan ini sudah harus selesai,” kata dia. (jun/ang)

 

loading...

Feeds

Ignis memimpin penjualan city car. (Muhammad Ali/Jawa Pos)

Ignis Rajai Penjualan City Car

POJOKBANDUNG.com- PENDATANG anyar Suzuki Ignis membuat debut yang meyakinkan. Pada periode Juni, Ignis mengudeta Honda Brio sebagai pemuncak penjualan di …