Ridwan Kamil ke Cirebon, Kader PDIP Sewot di Depan Peserta Musrenbang

Walikota Bandung,. Ridwan Kamil naik kursi rotan raksasa dalam caraa deklarasi pencalonan dirinya menjadi Gubernur Jabar di lapangan SSB Garuda, Cirebon. (Radar Cirebon)

Walikota Bandung,. Ridwan Kamil naik kursi rotan raksasa dalam caraa deklarasi pencalonan dirinya menjadi Gubernur Jabar di lapangan SSB Garuda, Cirebon. (Radar Cirebon)

POJOKBANDUNG.com, CIREBON- Kehadiran Ridwan Kamil ke Kota Cirebon, kemarin membuat PDI Perjuangan menyindir bakal calon Gubernur Jawa Barat itu.

Di depan peserta Musrenbang tingkat Kota Cirebon di Hotel Prima, Ketua DPRD Edi Suripno MSi menganggap Ridwan kamil sebenarnya tidak terlalu istimewa hanya karena bisa menata taman.

BACA JUGA:

Warga Cirebon Ingin Ridwan Kamil Jadi Gubernur Jabar

Soal Deklarasi Partai Nasdem, Ridwan Kamil Sekedar Ingin Menghormati Saja

“Ridwan Kamil tidak istimewa-istimewa sekali tapi karena bisa menata taman,” kata Edi Suripno.

Tidak hanya  Ridwan Kamil, Edi juga menilai tidak terlalu istimewa Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang juga bisa menata taman seperti taman Bungkul yang terkenal.

Edi bahkan menyinggung Musrenbang Kota Cirebon hendaknya berbasis ke RW-an, dengan pagu yang cukup bisa mempertanggungjawabkan.

Anggaran selama ini Rp22 miliar setahun, jika ditambah 100 juta hingga sehingga jumlajnya mencapai Rp36 miliar, maka RW punya kesempatan membuat pembangunan RW dengan anggaran Rp100 juta, ini penting, Kalau perlu butuh pendampingan untuk RW.

Tidak hanya itu polisi PDIP ini juga menyinggung tentaang Pemekaran dan perluasan kota, karena untuk wilayah Kota sebenarnya masih sangat kurang.

Kelurahan kalijaga luasnya wilayah lebih besar jika dibandingkan luas kec Pekalipan. Kedepan bisa saja pemekaran dengan menambah kecamatan dan kelurahan minimal 30 kelurahan.

Saat ini kota Cirebon angka penganggurannya cenderung  naik 10 persen, solusinya  memberikan kesempatan kerja. Munculnya Kemiskinan berarti rendahnya pendapatan.

Begitu juga Konsekuensi kota tujuan semua orang bergerak, konsekuensinya  kemacetan yang nyata. Karenanya dirinya mengajak masyarakat bersama-sama mengantisipasi macet apakah akses jalan baru atau rekayasan lalu lintas.

“Kita tidak ingin kemajuan diidentikkan kemacetan. PKL perlu dicari solusi penataan dan terorganisir dengan baik,’’ ujarnya. Begitu juga Sarana publik RTH, buat taman kota ada kebanggaan masyarakat, dan satu taman olah raga dan bermain.

(abd/jpg/ca/pojokbandung)

loading...

Feeds