Perampasan Buku Mahasiswa di Bandung, Kampus Harus Minta Maaf

Demo menolak pemberangusan buku di Bandung. Foto: Istimewa

Demo menolak pemberangusan buku di Bandung. Foto: Istimewa

POJOKBANDUNG.com – Komite Rakyat Peduli Literasi menuntut Telkom University (Tel-U) meminta maaf kepada seluruh aktivis akademik, pegiat literasi dan rakyat Indonesia.

Tuntutan disampaikan terkait perampasan buku oleh pihak kampus yang berujung skorsing terhadap tiga mahasiswa.

Perwakilan Komite Rakyat Peduli Literasi, Barra Pravda mengatakan, sikap kampus secara tidak langsung sudah mencederai nilai-nilai demokrasi.

“Harus meminta maaf dan bertanggungjawab,” tandasnya, kepada sejumlah awak media di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Kamis (16/3/2017).

Ia menegaskan, buku adalah media untuk mengingat peradaban. Melalui buku distribusi ilmu pengetahuan bisa disampaikan kepada semua orang.

“Artinya, siapa yang melarang ilmu pengetahuan secara tidak langsung telah menghancurkan peradaban,” tegasnya.

Komite Rakyat Peduli Literasi sangat menyesalkan sikap kampus yang tidak berpihak pada kebebasan literasi, khususnya membaca buku-buku kiriPadahal, kebebasan mengakses literasi dan berekspresi dijamun undang-undang.

Sebelumnya, Komite Rakyat Peduli Literasi berdemonstrasi di Yayasan Telkom, Cisangkuy, Bandung, Selasa, (14/03/2017).

Aksi itu dipicu diskorsnya tiga mahasiswa Tel-U. Dua dari tiga mahasiswa diskors karena membuka komunitas Perpus Apresiasi dengan program lapak baca gratis di selasar kampus, di mana lapak baca tersebut menyediakan buku-buku berhaluan kiri (sosialisme, komunisme). Buku tersebut bagi pihak kampus tidak boleh beredar.

Sedangkan seorang mahasiswa lagi diskor karena terlibat Komite Rakyat Peduli Literasi yang berdemonstrasi membela kebebasan literasi. Mahasiswa ini juga dituding memimpin demonstrasi.

(cr1/imn/pojokbandung)

loading...

Feeds