Miris, Angka Korban Narkoba Naik, Peredaran Secara Online Kian Marak

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung, Yeni Siti Saodah menegaskan, pihaknya sedang menyoroti peredaran narkotika yang dijual bebas secara online melalui media sosial.

Sebab, cakupan peredarannya dinilai sangat cepat dan membahayakan, khususnya kalangan remaja.

“Jika ada informasi penjual narkoba online kami langsung koordinasi dengan BNN pusat dan jajaran kepolisian untuk mencari lokasi keberadaannya, apakah di Bandung atau bukan,” ujar Yeni.

Yeni mengungkapkan, sasaran pengedaran Narkoba memang usia remaja yang sedang yang mencari jati diri. Maka, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dikalangan remaja, khususnya pelajar yang mudah terpengaruh lingkungan.

“Periode 2015 – 2016 awal, kami melakukan penelitian (survei) pengguna narkoba di Kota Bandung ada peningkatan sebesar 1,49 persen. Sedangkan, berdasarkan catatan BNN pusat secara nasional dari 2,18 persen menjadi 2,20 persen. Mudah-mudahan saja periode 2016-2017 pengguna di Kota Bandung semakin menurun, dengan cara sosialisasi termasuk program edukasi ke setiap sekolah,” paparnya.

Yeni mengatakan, sebenarnya semakin canggih teknologi maka para pengedar narkoba semakin lihai dalam pengemasan atau pergantian jenis nama, bahkan istilah barang haram tersebut berubah menjadi nama bahan kimia. Maka, pihaknya selalu menekankan kepada semua petugas BNN Kota Bandung untuk terus update dan mengetahui barang-barang yang diindikasikan mengandung narkoba.

“Jika di Undang-undang Permenkes sudah ada larangan soal jenis bahan kimia mengandung narkoba, maka si pengedar mengganti nama dan kemasan, itu banyak terjadi,” ujarnya.

Yeni menyebut, selama dua bulan terakhir di 2017 sudah ada tiga orang pengguna narkoba baru yang direhabilitasi. Namun, angka tersebut, diakui Yeni, terbilang sedikit sebab pihaknya menyadari pengguna narkoba setiap hari pasti ada yang baru.

“Selama 2016 kami sudah merehabilitasi 1.200 orang, baik rawat jalan, rawat inap, atau secara sosial dan mayoritas adalah usia remaja,” pungkasnya. (arh)

 

loading...

Feeds