Michael Essien Paling Hanya Dibanderol Rp4 Miliar, Kata Pengamat

Michael Essien berfoto bersama Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman di Graha Persib (Ferry Prakosa)

Michael Essien berfoto bersama Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman di Graha Persib (Ferry Prakosa)

POJOKBANDUNG.com, PERSIB – Pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhalie kurang yakin rekrutan baru Persib Bandung, Michael Essien mendapatkan kontrak mencapai EUR 800.000 atau sekitar Rp 11 miliar seperti yang dilansir situs transfermarkt.

Akmal memperkirakan nilai kontrak eks pemain Chelsea tersebut paling berada di kisaran Rp 4 miliar.

“Saya yakin itu kontraknya bukan untuk satu musim, tapi langsung dua musim,” katanya, saat dihubungi Selasa (14/3) sore.

Akmal berani menyebut demikian karena saat di Panathinaikos, klub Liga Yunani, Essien mendapatkan kontrak senilai Rp 11 miliar tersebut. Tapi, di klub papan atas Negeri Para Dewa tersebut, pemain 34 tahun tersebut hanya tampil 12 laga. Setelah itu, dia dikabarkan mengalami cedera, sehingga tak dimainkan lagi.

“Kalau benar segitu, mahal dong. Sekali main hampir Rp 1 miliar, kontraknya tinggi main cuma 12 kali,” tutur dia.

Setelah itu, Essien berkelana di Liga Swedia, dan mencoba peruntungan di sana. Tapi, melihat kondisinya, klub-klub tak berminat sehingga Essien sempat berlabuh ke Muangthong United. Upaya pemain asal Ghana itu tak membuahkan hasil karena tes kesehatan menunjukkan Essien tak sesuai dengan harapan manajemen.

Barulah, setelah itu dia ditawarkan ke Indonesia dan Persib berani merekrutnya. Akmal memprediksi Essien tak akan tahan lama di liga Indonesia.

“Di negara yang lapangannya bagus, main sepak bolanya tak sekeras Indonesia saja cuma main 12 pertandingan. Bagaimana di Indonesia, lapangan jelek, mainnya kasar,” tandasnya.

Pihak Persib sendiri bungkam saat disinggung soal kesepakatan kontrak yang mereka sodorkan untuk pemain berkebangsaan Ghana tersebut. (dkk/jpnn/ca)

 

loading...

Feeds

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj (Dok.JawaPos)

NU Kutuk Pemerintah Israel  

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, mengutuk penguasaan kawasan Masjid Al Aqsa oleh pemerintah Israel.