Gaji Tak Lebih dari Rp10 Miliar, Essien Mulai Gampang Cedera

Michael Essien saat tiba di Graha Persib Bandung, Selasa (14/3) pagi. Foto: Ferry Prakosa

Michael Essien saat tiba di Graha Persib Bandung, Selasa (14/3) pagi. Foto: Ferry Prakosa

POJOKBANDUNG.com, PERSIB – Michael Essien yang bergabung ke Persib Bandung untuk Liga 1, Selasa (14/3) mendapat perhatian sejumlah pengamat sepak bola tanah air.

Michael Essien dikontak Persib selama satu musim dengan nilai kontrak tidak lebih dari Rp 10 miliar, seperti diungkapkan Direktur Keuangan PT PBB, Teddy Cahyono.

“Nilainya cukup besar, sebagai mantan pemain Chelsea. Tidak lebihlah (10 Miliar). Kontrak lebih dari satu tahun opsi memperpanjang,” terang Teddy kepada wartawan di Grha Persib, Jalan Sulanjana Bandung.

Nah, perhatian terhadap perekrutan Essien itu, salah satunya mendapat perhatian dari Akmal Marhalie. Dia berharap Persib tidak sia-sia merekrut pemain yang belakangan ini gampang cedera. Menurut Akmal, pemain 34 tahun itu sudah jauh performanya dibanding saat di Chelsea dulu.

“Tujuan Persib sebenarnya bagus karena mendatangkan pemain bintang untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual klub sekaligus sepak bola Indonesia. Namun kelemahannya, tim-tim sepak bola Indonesia belum terlalu pintar melakukan tes kesehatan pemain. Nama besar, nama beken okelah, tapi kalau hasil tes kesehatan tak baik, untuk apa,” katanya, saat dihubungi, Selasa (14/3).

Dia mencontohkan dengan kedatangan eks striker Timnas U-21 Inggris sekaligus English Premier League, Marcus Bent, ke Mitra Kukar 2011 silam, kemudian Eric Djemba Djemba pada 2015 yang memperkuat Surabaya United.

Tapi, mereka tak maksimal dan tak bisa bermain total di kompetisi, karena kondisi fisiknya sudah menurun dan bermasalah dengan cedera kambuhannya.

“Ini yang dikhawatirkan, Essien digadang sebagai bintang untuk angkat sepak bola Indonesia, ternyata cuma main nggak lebih dari lima pertandingan. Karena Essien punya cedera bawaan kan,” ungkapnya.

Memang, sebelum ke Indonesia Essien kabarnya sempat ditolak klub dari Liga Swedia dan Liga Thailand. Dia dianggap tak layak karena dari sisi kebugaran, memiliki cedera yang kambuhan.

“Sisi baiknya angkat sepak bola Indonesia dan bisa ditiru tim lain yang berduit untuk mendatangkan pemain bintang ke Indonesia. Tapi, ya harus dilihat kualitas kesehatannya juga,” papar dia. (dkk/jpnn/pra/ca)‎

loading...

Feeds

Ilustrasi (ist)

Ramadan Datang, Gepeng Serbu Cimahi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Cimahi terus dipantau, khususnya ramadan dan jelang Lebaran yang cenderung …