Warga Leuwi Bandung Yakin Banjir Tahunan Bandung Selatan Terkait Hilangnya Sumur Keramat

Warha Kampung Leuwi Bandung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, mendiskusikan sumur keramat.

Warha Kampung Leuwi Bandung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, mendiskusikan sumur keramat.

 

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bandung Selatan tiap tahunnya kerap dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Citarum. Kawasan terdampak terutama Dayeuhkolot dan sekitarnya.

Menurut sejarah, banjir di kawasan selatan sudah terjadi sejak zaman Belanda. Namun hingga kini kawasan Bandung Selatan yang terlanda banjir semakin meluas. Sejumlah warga meyakini, banjir tahunan itu terkait dengan semakin padatnya ruang oleh perumahan.

Bahkan warga Kampung Leuwi Bandung, Citeureup, Dayeuhkolot, percaya jika banjir yang semakin meluas itu ada kaitannya dengan hilangnya sumur keramat yang berfungsi sebagai resapan.

Maka salah seorang warga, Yuyun Dwi Rukmana yang prihatin karena banjir semakin meluas, bersama sejumlah tokoh Kampung Leuwi Bandung menggagas menelusuri keberadaan sumur resapan yang dibuat di zaman Belanda itu.

Saat ini, posisi sumur berada di daerah Dayeuhkolot. Namun sudah hilang tertutup bangunan.

Selain Yuyun, tokoh masyarakat yang menggagas penelusuran sumur keramat antara lain Cici Sutardi, Arif Rohman, termasuk sesepuh Kampung Babakan Hj. Imas Toto.

“Dulu waktu saya kecil tidak pernah terjadi banjir di sini karena ada sumur yang dianggap keramat yang berdiameter 6 meter tapi berfungsi menyerap air,” tutur Yuyu Dwi Rukmana.

Bahkan, zaman dulu sumur tersebut bukan hanya menyerap air melainkan berfungsi mengairi ketel uap untuk menjalankan kereta api.

“Yang jelas tahun 90-an ada yang menutup dan membeton sumur tersebut dan kini berubah menjadi rumah warga,” tambah aki Cici Sutardi.

Masyarakat Leuwi Bandung berharap sumur keramat itu dikembalikan kepada bentuk semula yang berfungsi menahan banjir atau resapan.

Keberadaan sumur dibenarkan sesepuh Imas Toto. Ia juga menyampaikan harapan serupa, bahwa pihak berwenang harus menelusuri keberadaan dan sejarah sumur, dan mengembalikan fungsinya agar Dayeuhkolot terbebas dari banjir. (mun)

loading...

Feeds

Kemacetan terjadi di beberapa ruas jalan di Kota Bandung di libur Hari Nyepi, Selasa (28/3), salah satunya di Jalan IR.H Djuanda (Dago). Foto: Riana Setiawan

Libur Nyepi, Bandung Dibanjiri Wisatawan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-  Libur Hari Raya Nyepi, dimanfaatkan masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga sepanjang hari ini, Selasa (28/3). Banyak masyarakat lokal yang …