Kasihan, Nenek Hindun Meninggal tapi Tidak Bisa Disalatkan di Musala

Ahok di kediaman Nenek Hindun. Foto: Istimewa

Ahok di kediaman Nenek Hindun. Foto: Istimewa

POJOKBANDUNG.com – Semasa hidupnya, Hindun binti Raisman disebut mendukung pasangan Ahok-Djarot Saiful Hidayat ‎pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta putaran pertama.

Selasa (7/3/2017) lalu, perempuan akrab disapa Nenek Hindun berusia 78 tahun itu meninggal dunia.

Menurut Sunengsih (46), almarhumah kemudian memandikan di rumahnya, Jalan Karet Karya II, RT 09 RW 05, Setiabudi, Jakarta Selatan. Sunengsih lalu menghubungi pengurus musala dekat rumahnya, yaitu musala Al Mu’minun.

Kabar mengejutkan datang dari musala, bahwa almarhumah tidak usah disalatkan di musala karena percuma.

“’Udah di rumah aja. Entar saya pimpin’,” tutur Sunengsih, menirukan ucapan seorang ustaz musala.

Padahal Sunengsih ingin menyalatkan jenazah almarhumah di musala. Ia juga menyesal tak bisa memenuhi permintaan ibunya yang ingin disalatkan di musala dekat rumahnya itu.

Namun, akhirnya alharhumah disalatkan di rumah dipimpin ustaz tadi. Terlebih, sebelumnya muncul kabar bahwa musala itu menolak menyalatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama Islam.

Dua hari setelah jenazah Hindun dimakamkan, cerita Sunengsih mengalir dari mulut ke mulut hingga sampai ke telinga lurah dan camat. Lurah dan camat sampai datang ke rumah Sunengsih, yang kemudian mengadukan kabar soal penolakan menyalatkan jenazah ibunya.

Kabar memilukan itu sampai juga ke Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kemudian mengunjungi kediaman almarhum Nenek Hindun, Senin (13/3/2017).

Ahok sempat berdiskusi dengan pihak keluarga Nenek Hindun. Dalam diskusi itu, keluarga nenek Hindun mengeluhkan soal tempat tinggal yang berada di kawasan padat penduduk.

Kendati demikian, Ahok enggan merelokasi warga di kawasan tersebut. Pasalnya, tempat di sekitar itu merupakan kawasan padat penduduk. “Enggak mau pindah, orang kerjanya dekat. Enggak mungkin rumah padat ini kita gusur,” terangnya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu hanya ingin menitip doa kepada Nenek Hindun serta keluarga yang ditinggalkan. “Saya titip doa supaya dilapangkan jalan kuburnya Bu Hindun,” ucap Ahok. (imn/jpg/pojokbandung)

loading...

Feeds

Tegangnya Palagan Ambarawa di Cimahi

Pertumpahan darah pun tersaji setelah para sekutu menyerang dalam perang Palagan Ambarawa. Para pejuang maupun sekutu banyak yang tewas tergeletak …