Begini Skenario yang Disiapkan Pemerintah untuk Mengatasi Banjir Rancaekek

Banjir di kawasan Rancaekek, Kab Bandung. (ist)

Banjir di kawasan Rancaekek, Kab Bandung. (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, pemerintah secara terpadu tengah menangani banjir di Jalan Raya Rancaekek, tepatnya di depan PT Kahatex.

Penanganan sebagian besar dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Penanganan secara bertahap tengah dilakukan oleh pemerintah, sudah berjalan sejak 2016 lalu,” kata Iwa, di Gedung Sate, Bandung, Senin (13/3/2017).

Menurutnya pemerintah provinsi dan pusat menyiapkan dana sekitar Rp579,7 juta untuk penanganan banjir tersebut dengan menyiapkan berbagai strategi. “Biayanya mencapai Rp579 juta lebih, semuanya bersumber dari APBN dan APBD,” kata Iwa.

Sementara Pemkab Sumedang dan Kabupaten Bandung mendapat tugas untuk memperbaiki saluran drainase dan collector drain. Tugas ini mulai berjalan tahun 2017 dan harus tuntas pada 2018 mendatang. Sedangkan BBWS sejak 2016 tengah membebaskan lahan Sungai Cikijing, Sungai Cimande dan Citarum hulu seluas 53 hektare. “Ini diproyeksikan tuntas 2018,” katanya.

Rehabilitasi sungai ini, menurutnya menjadi aksi paling menonjol karena kapasitas sungai tidak sebanding dengan debit air ketika turun hujan. Untuk membebaskan lahan, BBWS Citarum sudah mengalokasikan dana Rp220 juta dari APBN. “Selanjutnya akan dilaksanakan konstruksi di sungai Cikijing, Citarik, Cimande dan Cikeruh,” jelas Iwa.

Upaya ini berbarengan dengan pembenahan Sungai Cikijing yang melintasi kawasan industri PT Kahatex. Permukaan Sungai tersebut sejak lama ditutup dengan tembok beton oleh industri tekstil tersebut, sehingga selalu meluap ketika debit air meningkat.

Pihak PT Kahatex harus membongkar bangunan ilegal itu termasuk melakukan revitalisasi dengan pengawasan yang dilakukan Kementerian PUPR. “PUPR membantu perbaikan drainase jalan raya hingga revitalisasi jembatan Cikijing,” kata Iwa.

Menurut Iwa, upaya ini ditargetkan tuntas pada 2018 mendatang. Pemprov Jabar mengambil peran dalam penataan tata ruang. Sedangkan Pemkab Sumedang dan Kabupaten Bandung diharuskan membuat sumur imbuhan komunal sebagai sumur resapan yang berfungsi untuk menambah atau meninggikan kapasitas airtanah, mengurangi genangan air banjir, serta mengurangi gejala amblesan tanah setempat. “Dan melestarikan serta menyelamatkan sumberdaya air untuk jangka panjang,” papar Iwa.

Selain penataan ruang, lanjut dia, Pemprov Jabar melalui Dinas Lingkungan Hidup juga berupaya menuntaskan masalah sampah di aliran sungai. Pemerintah daerah mengambil peran mengelola dan menyelesaikan persoalan sampah di permukiman.

“Untuk penanganan limbah dilakukan seluruh pihak. Solusinya sudah ada, tengah berproses. Diharapkan banjir Kahatex bisa diselesaikan secara terpadu,” katanya. (atp/pojokbandung)

loading...

Feeds

Muhammadiyah tetapkan Ramadan 2017. Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)

Ramadan Tahun Ini Diprediksi 29 Hari

POJOKBANDUNG.com– BULAN Ramadan tahun ini diprediksi berlangsung tidak genap 30 hari. sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, PP Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadan …
Raphael Maitimo melakukan selebrasi gol. (Riana Setiawan)

Persib Bandung Terus Dihantui Masalah

POJOKBANDUNG.com, PERSIB- Persib Bandung terus dihantui masalah. Selain gagal mendulang kemenangan pada dua pertandingan awalnya di pentas Liga 1 2017, …
gempa tasik2

Gempa Tasik, Warga Berhamburan Keluar Rumah

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Gempa bumi berkekuatan 5,4 skala Richter terjadi di Tasikmalaya, Senin (24/4/2017) pukul 01.01 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, …