Telkom Konsisten Bina Usaha Kecil Menengah

Suasana dalam pembukaan Telkom Craft di Jakarta, akhir pekan lalu, yang akan berlangsung 10-12 Maret 2017 ini. Sepanjang tahun lalu,  dalam penyaluran pinjaman lunak, Community Developement Human Capital Management PT Telkom memberikan pinjaman lunak Rp360,92 miliar kepada 10.956 UKM binaannya. (Foto: PT Telkom)

Suasana dalam pembukaan Telkom Craft di Jakarta, akhir pekan lalu, yang akan berlangsung 10-12 Maret 2017 ini. Sepanjang tahun lalu, dalam penyaluran pinjaman lunak, Community Developement Human Capital Management PT Telkom memberikan pinjaman lunak Rp360,92 miliar kepada 10.956 UKM binaannya. (Foto: PT Telkom)

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA — Community Developement Direktorat Human Capital Management PT Telkom konsisten membina sekaligus menyalurkan dana pembinaan hingga ratusan miliar kepada puluhan ribu usaha kecil menengah (UKM) binaannya.

Mochammad Sulthonul Arifin, Senior General Manager Community Development PT Telkom, mengatakan, dalam penyaluran pinjaman lunak, pihaknya tahun lalu menyalurkan kredit Rp360,92 miliar kepada 10.956 UKM binaannya.

“Untuk tahun 2017 ini, menurut Sulthon, angka penyaluran masih dalam perencanaan namun proyeksinya akan sama atau melebih tahun sebelumnya. Dengan demikian, penyaluran kredit lunak tetap masif dan sejalan dengan upaya pembinaan kepada UKM binaannya,” katanya, akhir pekan lalu.

Selanjutnya dia menjelaskan, selain pinjaman lunak, upaya pembinaan terbaru adalah melibatkan 150 UKM binaan terpilih dalam ajang Telkom Craft Indonesia bertemakan “Local Heroes to Global Champions” di Hall A Jakarta Convention Center, Jakarta, 10-12 Maret ini, yang dibuka Menneg BUMN Rini Soemarno.

UMKM pilihan karena merupakan hasil seleksi dengan kriteria Tiga Go: Go Modern, Go Digital, dan Go Online. Jadi, kata dia, salah satu parameternya adalah produknya sudah dipasarkan secara daring di blanja.com.

“Ada tiga jenis UKM yang ikut hadir Telkom Craft yaitu kerajinan, fashion, dan makanan. Ini wujud nyata kami selalu berupaya meningkatkan kualitas UKM di Indonesia sekaligus implementasi program Rumah Kreatif BUMN dengan UKM dari seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Sulthon menerangkan, Rumah Kreatif BUMN berusaha mengikis kesulitan klasik UKM Indonesia. Yakni permasalahan acces to competence (bimbingan standar pengembangan produk, kualitas, manajemen, dan teknologi), acces to commerce (bimbingan akses ke pasar lebih luas melalui penjualan online), dan acces to capital (bimbingan mendapatkan akses permodalan).

“Karena itulah, teknologi digital diterapkan ke UKM yang ikut pameran ini. UKM tidak lagi manual, mereka digiring menggunakan teknologi digital setelah menjadi binaan kami. Usaha mikri mendapat referensi bisa menghasilkan produk berkelas dunia,” katanya.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan selain jadi penyedia di blanja.com, juga dikenalkan sistem pembayaran daring melalui Telkomsel Cash (TCash). Uang elektronik Telkomsel ini dapat dijadikan deposit serta digunakan untuk semua transaksi.

Telkom Craft sendiri ditargetkan dikunjungi 9.000 pengunjung. Dan selama tiga hari tersebut, sambung Sulthon, UKM akan mendapat penilaian. Mereka yang terbaik akan peroleh penghargaan serta akan mengikuti ajang pameran sejenis di luar negeri.

UKM Binaan
Merry Aisir, UKM binaan telkom bidang kuliner rendang mengatakan, dirinya selama tiga tahun menjadi binaan, mengaku merasakan manfaat dari pemasaran dan promosi secara online.

“Saya jual secara online melalui blanja.com dan situs lainnya. Peminatnya banyak dari penjualan online, ada dari dalam dan luar negeri. Untuk pelanggan luar negeri, biasanya membeli untuk dibawa sebagai oleh-oleh ke negara yang didatangi,” sambungnya.

Merry menuturkan produk rendang yang diproduksinya dibuat langsung di kampung halamannya, Payakumbuh, Sumatera Barat. Rendang dibuat secara tradisional, mulai dari pembuatan bumbu yang ditumbuk tangan, pemerasan santan, hingga pemasakan dengan kayu bakar, sehingga tahan satu tahun.

“Tanpa pengawet dan tanpa MSG. Ada rendang telur, rendang daging suwir, rendang paru, rendang singkong, rendang belut dan rendang daun. Jika pesanan pelanggan banyak, dalam sekali produksi bisa menghabiskan 100 kg daging,” sambungnya, seraya mengatakan rendang tersebut kemudian dikemas dalam wadah cantik dan ergonomis.

Suhartono, pemilik UMK cokelat durian dengan merk dagang Cemara di Balikpapan, Kalimantan Selatan, menyatakan dirinya sangat terbantu dengan jadi binaan Telkom. “Saya terbantu dengan menjadi binaan Telkom, terutama terkait permodalan. Karena kami kan usaha kecil, jadi terkadang kesulitan modal,” katanya.

Saat ini, kata dia, pemasaran produk cemara masih seputar Kalimantan Timur. Suhartono berharap dengan penjualan online dan bergabung dalam RKB, pemasaran akan meluas hingga ke seluruh Indonesia.

Sementara Merry Aisir berharap dengan mengikuti pameran Telkom Craft Indonesia, maka dia bisa menjangkau pelanggan di pasar lokal yang lebih banyak. “Pasar lokal kita itu banyak banget. Kalau semua dijangkau untungnya bisa besar,” pungkasnya. (azm)

loading...

Feeds