Pengamat Heran, Ajay-Ngatiyana Kok Menghilang setelah Menang Pilkada Cimahi?

Pasangan calon walikota/wakil walikota dalam ajang Pilkada serentak 2017 Kota Cimahi.

Pasangan calon walikota/wakil walikota dalam ajang Pilkada serentak 2017 Kota Cimahi.

 POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Setelah Pilkada Cimahi 15 Februari 2017, belum tampak ada pergerakan politik yang signifikan yang dilakukan oleh paslon walikota terpilih Ajay M. Priyatna – Ngatiyana.

Padahal, ada waktu cukup panjang yang bisa dimanfaatkan keduanya untuk bersafari politik ke tokoh Kota Cimahi, atau mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

Pengamat Politik dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Arlan Sidha mengatakan, apatisme yang ditunjukkan paslon pemenangan menjadikan dinamika politik di Cimahi datar bahkan Pilkada Cimahi menjadi terasa hambar.

Ia khawatir, sikap itu membuat stabilitas pemerintahan goyang nantinya karena tak adanya kedekatan yang dibangun sebelumnya.

“Sebagai pemimpin dengan latar belakang di luar dunia politik, keduanya seharusnya dapat beradaptasi lebih dulu dengan suasana, kondisi dan birokrasi di lingkungan pemerintahan Cimahi agar lebih akrab dan tentunya menimbulkan sinergitas yang kuat,” ungkap Arlan.

Seperti yang diketahui, keduanya berlatar belakang pengusaha dan anggota TNI. Keduanya baru terjun di dunia politik.

“Maka, jika mereka melakukan komunikasi dengan baik, saya rasa tujuan mereka untuk menjadikan Cimahi lebih baik akan terwujud,” ujarnya.

Arlan pun mengaku heran mengapa keduanya seolah menghilang. Padahal masih banyak waktu untuk memperkuat sejumlah program yang dijanjikan ke masyarakat saat kampanye.

“Kalau paslon nomor 1 dan 2 menghilang bisa memaklumi karena mereka kalah. Tapi, kalau paslon nomor 3 (Ajay-Ngatiana) saya rasa aneh. Ini ada apa?,” tanyanya. (gat)

loading...

Feeds