Revisi Perda PMKS, Pemberi Sedekah ke Pengemis Akan Disanksi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung berencana merevisi peraturan daereh (Perda) No 24 tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan dan Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteran Sosial (PMKS).

“Kami ingin mengubah sanksi. Bahwa yang diberi sanksi tidak hanya para PMKS, tapi juga pihak-pihak yang memberinya,” ujar Kadinsos Kota Bandung, Tono Rusdiantono kepada wartawan, Jumat (10/3).

Tono mengatakan, pemberi sedekah kepada pengemis jalanan harus disanksi, karena mereka adalah salah satu penyebab PMKS masih marak di Kota Bandung.

“Karenanya, kami akan membuat spanduk-spanduk, dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat, tentang larangan memberikan sedekah kepada PMKS,” tegasnya.

Menurut Tono, penanganan PMKS ini harus intensif, karena jika dibiarkan satu atau dua bulan saja, maka akan menjamur.

“Walaupun kami rajin melakukan penjangkauan, tapi kalau sebentar saja dibiarkan, maka akan banyak lagi,” terangnya.
Tono menjelaskan, Dinsos memiliki unit sosial respon (USR) yang siap menjangkau jika ada laporan terdapat PMKS.
USR ini terdiri dari 6 orang staf Dinsos, ditambah 2 orang dari TNI. Cara kerjanya, dibagi menjadi 3 sift, dan berkeliling untuk menjangkau PMKS, atau minimal memberikan warningn, agar tidak mengamen dan meminta-minta di Kota Bandung.

“Kami akan mengusahakan, agar Kota Bandung tidak menjadi kota yang nyaman untuk PMKS,” tambahnya.

Salah satu lokasi yang banyak diincar PMKS adalah tempat peribadatan, termasuk masjid. Karenanya, kini Dinsos mengintensifkan penjangkauan ke masjid-masjid di Kota Bandung.
Salah satu kegiatan dilakukan Jumat (10/3), di masjid Al-Ukhuwah, Terjaring setidaknya 6 orang PMKS.

“Empat orang dari enam orang PMKS yang terjangkau adalah warga luar Kota Bandung. Setelah terjangkau, mereka akan dibina agar tidak kembali ke jalanan,” pungkasnya. (mur)

loading...

Feeds

Selamat Datang Lagi, Spaso

Ada pemain yang patut ditunggu performanya dalam pertandingan Persib Bandung kontra Bhayangkara FC, Minggu (24/9) pukul 15.00 Wib.