Transportasi Online Biang Kerok Merosotnya Pendapatan Sopir Angkutan Konvensional?

Suasana aksi unjuk rasa sopir angkutan umum yang berlangsung di Gedung Sate sempat memanas. (iman herdiana)

Suasana aksi unjuk rasa sopir angkutan umum yang berlangsung di Gedung Sate sempat memanas. (iman herdiana)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Transportasi online, entah taksi maupun ojek online, dituding menjadi biang kerok merosotnya pendapatan para sopir angkutan umum konvensional.

Maka ribuan orang yang tergabung dalam Aliansi Moda Angkutan Umum Jawa Barat menggeruduk Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Kamis (9/3/2017). Demonstrasi disertai mogok angkutan umum ini menuntut pelarangan terhadap transportasi online.

Aliansi berdalih, mereka punya izin, bayar pajak, pelat kuning, ikut uji fisik kendaraan. Sementara transportasi online tidak mengantongi izin apa pun, namun dengan leluasa menarik penumpang.

Dampak transportasi online dirasakan betul oleh Opang, 62, sopir taksi di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Opang mengaku penghasilannya jauh merosot setelah maraknya taksi online, Uber maupun Grab.

“Perbedaannya jauh. Dulu kita bisa sekolahkan anak, sekarang untuk makan saja ngambil dari setoran. Utang makin sini makin gede,” kata Opang, ditemui di sela demonstrasi.

“Sebelum ada Uber, kita tak punya utang. Setelah ada Uber kita tak punya uang,” ayah sembilan anak itu menambahkan.

Menurutnya, pemerintah harus bertindak tegas pada moda transportasi online yang tidak berizin. Transportasi online, kata dia, menjalankan praktek transportasi tidak sehat.

“Pelat kami kan kuning, kami bayar pajak dan punya izin. Sedangkan mereka tetap pelat hitam, tidak bayar pajak, tidak punya izin,” kata pria yang sudah 26 tahun jadi sopir angkutan umum.

Demonstrasi itu menuntut Gubernur Jawa Barat maupun kepolisian menindak tegas transportasi online. Pengelola transportasi online tidak bisa berdalih bahwa mereka ada karena tuntutan zaman. “Pemerintah tidak bisa tunduk pada perkembangan zaman,” teriak seorang sopir, dalam orasinya. (imn/pojokbandung)

 

 

loading...

Feeds