Keluhan Sopir Angkot, Omzet Turun Gara-gara Taksi Online

Para sopir angkot dan taksi konvensional melakukan aksi mogok  massal untuk menuntut pemerintah meninjau ulang keberadaan taksi online, aksi damai juga dilakukan ke Pemprov Jabar.

Para sopir angkot dan taksi konvensional melakukan aksi mogok massal untuk menuntut pemerintah meninjau ulang keberadaan taksi online, aksi damai juga dilakukan ke Pemprov Jabar.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Angkutan umum berbagai jurusan di Kota Bandung melakukan aksi mogok massal Kamis (9/3) hari ini. Hal itu dipicu keberadaan taksi online yang dianggap menyerobot 39 trayek di Kota Bandung.

Ketua Umum Koperasi Bandung Tertib (Kobanter) Jabar, Dadang Hamdani menganggap keberadaan angkutan online melanggar Permenhub Nomor 22/2009 soal kewajiban setiap angkutan umum berbadan hukum, memiliki izin trayek dan melaksanakan uji KIR.

“Mereka sudah jelas tidak mematuhi aturan seperti kami,” ujarnya. Dadang menegaskan, keberadaan taksi online sudah menggerus pendapatan sopir konvensional.

“Kalau untuk rata-rata ongkos penumpang angkutan umum itu sudah diatur selalu disepakati, ya paling mahal Rp 7.000, itu juga 18 kilometer paling jauh, kalau taksi konvensional tergantung argo, tapi taksi online dengan jumlahnya di Kota Bandung sudah 1.000 unit menggarap semua trayek,” tuturnya.

Dadang mengungkapkan, para sopir angkutan umum melakukan aksi damai untuk menuntut Pemerintah Provinsi Jabar dan DPRD untuk mendorong pemerintah pusat agar merevisi dan membatalkan Permenhub Nomor 32/2016 soal keberadaan taksi berbasis online.

“Kami memobilisasi massa sebanyak 10 ribu sopir angkum dan taksi,” ujarnya.

Dadang menyebut, di Kota Bandung setidaknya ada 5.521 unit angkutan umum meliputi 39 trayek dan 2.000 unit taksi konvensional, itu sesuai Surat Keputusan (SK) Walikota Bandung. “Paling banyak angkum itu 01 jurusan Cicahem-Abdul Muis dan Binong dengan jumlah armada sebanyak 350 unit,” jelasnya. (arh)

loading...

Feeds

Ilustrasi (ist)

Ramadan Datang, Gepeng Serbu Cimahi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Cimahi terus dipantau, khususnya ramadan dan jelang Lebaran yang cenderung …