Aher: Tangkal Pengaruh Buruk Globalisasi Lewat Semangat Kebhinekaan

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menghadiri Stadium General Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Aula Barat Kampus ITB.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menghadiri Stadium General Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Aula Barat Kampus ITB.

Untuk itu, pada kesempatan ini Tito mengatakan untuk mencegah kesenjangan tersebut negara berfungsi sebagai wadah untuk menghadirkan kesejahteraan rakyat. Seperti menurut Teori Kontrak Sosial “negara dibentuk untuk menyejahterakan rakyatnya”. Pemerintah dan rakyat memiliki kontrak sosial, apabila pemerintah tidak mampu memelihara kesejahteraan rakyat maka akan diputuslah kontraknya.

“71 tahun Indonesia merdeka masih banyak kesenjangan terjadi. Low class masih sangat besar, meskipun sudah membaik dari waktu ke waktu. Nah, ini bisa menjadi salah satu faktor ya yang bisa menimbulkan ketegangan antara low class dengan kelas lain, kelas menengah, dan kelas atas atau high class,” papar Tito.

Sementara faktor eksternal yang perlu diantisipasi, yakni semakin kuatnya demokrasi dan liberalisasi. Menurut Tito, disatu sisi kedua hal tersebut baik untuk kontrol pemerintah dan memberikan peran besar rakyat untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Namun, disisi lain nuansa demokrasi ini bisa disalahgunakan oleh kelas atas untuk berbagai kepentingan, sehingga perlu penyeimbang atau kritik dari pihak lain yaitu kelas menengah atau middle class seperti kaum intelektual.

“Tapi disisi lain ya, karena sistem demografi kita ini masih didominasi oleh kelas bawah, demokratisasi itu bisa dimanipulasi oleh para kelas atas, sehingga perlu faktor penyeimbang oleh para kelas menengah termasuk kalangan kampus, intelektual,” kata Tito.

Untuk mencegah berbagai konflik antarkelas atau horizontal, perlu ada penyatuan dari beragama suku, agama, dan ras. Tito mengatakan Empat Pilar Kebangsaan perlu di-refresh atau dikemukakan kembali kepada masyarakat agar semakin mampu menyatukan kembali bangsa.

“Kita harus memiliki komitmen untuk menjaga kebhinekaan ini. Dan sekaligus juga kita berusaha mengidentifikasi apa saja potensi ancaman kebhinekaan kita tangani, jangan kita diamkan!” pungkas Tito. (mun)

loading...

Feeds

Ilustrasi (ist)

Ramadan Datang, Gepeng Serbu Cimahi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Cimahi terus dipantau, khususnya ramadan dan jelang Lebaran yang cenderung …