Lahan IPDN Penentu Kelanjutan Proyek Tol Cisumdawu

Pemprov Jabar siap menyurati beberapa kementerian terkait percepatan pembebasan lahan milik IPDN yang terdampak pembangunan jalan tol Cisumdawu, (Istimewa)

Pemprov Jabar siap menyurati beberapa kementerian terkait percepatan pembebasan lahan milik IPDN yang terdampak pembangunan jalan tol Cisumdawu, (Istimewa)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemprov Jabar sudah siap untuk menyurati Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait percepatan pembebasan lahan milik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor-Sumedang yang terdampak pembangunan jalan tol Cisumdawu.

Institusi pendidikan ini berada di bawah kewenangan Kementerian Dalam Negeri. Sekda Jabar Iwa Karniwa menegaskan, pembebasan lahan itu sangat menentukan kelangsungan jalan tol tersebut, mengingat pengerjaan konstruksi jalan baru bisa dilakukan jika lahan yang terbebaskan sekurangnya sudah mencapai 60%.

Sampai 6 Maret 2017, pembebasan lahan seksi 1 dari Cileunyi sampai Rancakalong sepanjang 12,025 KM sudah mencapai 37,45%. “Pada seksi 1 terdapat lahan milik IPDN seluas 60 hektare,” jelas Iwa selepas rapat pembebasan lahan milik IPDN untuk tol Cisumdawu, di Gedung Sate, Bandung, Rabu (8/3/2017).

Menurutnya, lahan milik IPDN tersebut berada di empat desa yakni Desa Cibeusi seluas 29,82 hektare, Sindangsari 12,47 hektare, Cileles 9,07 hektare dan Cilayung 9 27 hektare. Lahan milik negara tidak perlu ada penggantian, kalaupun terdapat bangunan maka akan dialokasikan melalui APBN.

“Di lahan milik IPDN terdapat sebuah bangunan laundry, sehingga kami akan melayangkan surat ke kementerian,” katanya.

Dikatakan, forum rapat menyimpulkan, Pemprov Jabar siap menyampaikan laporan dan permohonan tertulis kepada Kemenkeu, Kemendagri dan Kemterian PUPR supaya proses  penggunaan aset milik IPDN bisa rampung Maret ini. Surat yang akan dikirimkan kepada Kemendagri terkait aset lahan milik IPDN, sedangkan surat kepada Kementerian PUPR terkait teknis pembangunan bangunan laundry milik IPDN.

“Dan kepada Kemenkeu terkait penganggaran pembangunan bangunan laundry (pengganti) milik IPDN. Besok Purek II IPDN akan melakukan rapat dengan PPK lahan untuk menghitung berapa kebutuhan bangunan dan penentuan lokasi bangunan yang akan dibangun,” paparnya.

Iwa menegaskan, lelang proyek pembangunan seksi 1 akan dilakukan jika masalah lahan milik IPDN itu sudah selesai. Jika ditambahkan dengan lahan IPDN, maka lahan yang telah terbebaskan menjadi 68% untuk seksi satu. “Dan 2019 pembangunan seksi 1 sudah selesai,” katanya. (atp/pojokbandung)

loading...

Feeds

Selamat Datang Lagi, Spaso

Ada pemain yang patut ditunggu performanya dalam pertandingan Persib Bandung kontra Bhayangkara FC, Minggu (24/9) pukul 15.00 Wib.