2016, BUMN Pengelola Air Ini Catat Kinerja Optimal

Sumyana Sukandar, Direktur I PT Jasa Tirta II, saat memberikan keterangan selepas pembukaan Workshop dan Media Gathering PT Jasa Tirta II di Purwakarta, Selasa (7/3/2017).

Sumyana Sukandar, Direktur I PT Jasa Tirta II, saat memberikan keterangan selepas pembukaan Workshop dan Media Gathering PT Jasa Tirta II di Purwakarta, Selasa (7/3/2017).

POJOKBANDUNG.com, PURWAKARTA — Perum Jasa Tirta II (PJT II), badan usaha milik negara bidang sumber daya air asal Purwakarta, Jawa Barat, mencatat performa optimal pada tahun lalu.

Direktur I PTJ II Sumhaya Sukandar mengatakan, pihaknya memperoleh penilaian performa tertinggi dari Kementerian BUMN pada tahun lalu yakni AAA atau kinerja di atas 95% dari parameter penilaian.

“Tahun lalu, kami meraup laba bersih Rp 170,6 miliar. Laba tersebut meningkat 340% dibanding tahun 2015 yang hanya Rp 50 miliar,” katanya di Jatiluhur, Purwakarta, Selasa (7/3/2017).

Menurut dia, peningkatan laba bersih ini tak lepas dari pengembangan usaha yang dilakukan beserta peningkatan efektivitasnya. Berbagai usaha dilakukan mulai dari kelistrikan, kepariwisataan hingga penjualan air baku.

Dia menjelaskan salah satu sektor yang mengalami penerimaan cukup besar adalah pelistrikan terutama untuk penjualan kepada industri swasta. Meski sejauh ini kuota penjualan kepada industri baru mencapai 30%.

“Tahun 2015, kami jual sekitar 300 juta kWh ke industri, tahun lalu untuk industri sebanyak 600 juta kWh,” jelas dia.

Sumhaya mengatakan, penambahan kuota penjualan listrik ke industri memberikan profit bisnis lebih besar daripada menjual ke PLN. Selama ini, PJT II menjual listrik ke PLN sebesar Rp 289 per kWh dan bisa dijual hingga empat kali lipatnya ke masyarakat.

“Kami bisa menjual listrik ke industri sebesar Rp 850 per kWh. Dengan begitu, bisa mendapat tambahan profit signifikan sepanjang tahun lalu,” kata Sumyana.

Selain listrik, pendapatan lainnya diperoleh pengelola Waduk Jatiluhur ini dari usaha air baku, pariwisata, hingga pemanfaatan lahan dengan cara sewa dalam waktu tertentu dengan pihak swasta maupun negara.

80% pasokan air baku pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) DKI Jakarta serta mayoritas air baku di PDAM Kota dan Kabupaten Bandung dipasok PJT II. Selain itu, secara sosial, BUMN ini juga memasok gratis air irigasi hingga ke 40% persawahan di Jawa Barat.

Sejarah perusahaan sendiri diawali pembangunan Proyek Serbaguna Jatiluhur (1957 – 1967), yang meliputi Bendungan Utama dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) serta sarana sistem pengairannya yang selesai tahun 1967. Merupakan tahap I dari Pengembangan  Sumberdaya Air di Wilayah Sungai Citarum dengan tujuan meningkatkan produksi bahan pangan nasional yaitu beras.

loading...

Feeds

Selamat Datang Lagi, Spaso

Ada pemain yang patut ditunggu performanya dalam pertandingan Persib Bandung kontra Bhayangkara FC, Minggu (24/9) pukul 15.00 Wib.

DPD RI Uji Sahih Kebijakan Fiskal 2018

  POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang didukung Pusat Pengkajian dan Informasi Anggaran Pusat dan Daerah (Budget …