Kasihan, Hanya karena Live Streaming, Mahasiswi Ini Diciduk Polisi

POJOKBANDUNG.com- SIAL betul nasib Merlina Ardiah, mahasiswi aktif semester VII Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul) ini.

Gadis berusia 25 tahun ini kebingungan dan ketakutan dan air matanya mulai menitik membasahi pipi. Ya, keresahan hati Merlina itu tak lepas dari banyaknya polisi yang datang untuk menjemputnya di rumahnya di Jalan Dr Sutomo, Gang 1 RT 29, Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu itu.

Tak hanya Merlina yang risau. Nizar, kekasihnya dan Iyah, ibunya serta kakaknya turut gelisah.

Mereka tak tahu kasus apa yang menjerat anak bungsu dari dua bersaudara itu. Apalagi Merlina dijemput oleh 7 polisi berpakaian sipil yang lima diantaranya polisi dari Polda Metro Jaya.

Belakangan keluarga dan kekasih Merlina pun tahu. Perkara berat yang menimpa mahasiswi semester akhir itu berkaitan dengan kegemaran Merlina eksis di dunia maya melalui media sosial (medsos) live video streaming atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Bigo Live”.

Merlina terjerat kasus bukan karena penampilannya ketika melakukan live streaming. Tapi lebih disebabkan menggunakan medsos tersebut bukan pada tempat serta waktu yang tepat.

Demi eksistensinya di dunia maya, Merlina tak lagi memperhatikan larangan. Semua berawal ketika Merliana dan keluarganya sedang nonton film di bioskop XXI lantai V Samarinda Central Plaza (SCP), Oktober 2016 lalu.

Mungkin Merlina hanya iseng, akhirnya ia pun memulai live streaming di ruang bioskop ketika film berjudul Me vs Mami diputar. Sekira 17 menit Merlina melakukan live streaming yang disaksikan ratusan fansnya di dunia maya.

Hal itu dilakukan Merlina tanpa sepengetahuan keluarganya maupun kekasihnya yang juga ikut menonton.

Beragam komentar serta emotion diberikan dari semua pengguna Bigo Live yang sedang online ketika itu. Rasa senang tak dapat disembunyikan Merlina hingga film berakhir.

Tak disangka live streaming yang berdurasi cukup panjang itu turut menyita perhatian MNC Group sebagai pemegang hak cipta atas film tersebut.

Bahkan manajemen salah satu perusahaan media besar itu sampai tak terima. Pihak MNC mengadukan kasus pelanggaran Undang-undang Hak Cipta serta Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) itu ke Polda Metro Jaya, November 2016.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Reza Arief Dewanto, melalui Kasat Reskrim Kompol Sudarsono, didampingi Kanit Jatanras Ipda Noval Forestriawan menjelaskan, Merlina yang dilaporkan karena melanggar Undang-Undang (UU) Hak Cipta dan UU ITE sudah dibawa ke Jakarta oleh Unit Ciber Crime Polda Metro Jaya.

Di Jakarta, Merlina akan menjalani proses penyidikan selanjutnya. “Tim Ciber Crime Polda Metro Jaya sebelumnya telah berkoordinasi dengan kami terkait laporan tersebut. Dan kami membantu melacak tempat tinggal pelaku (Merlina, Red) serta membantu mengamankannya,” terang Noval.

Mengenai proses lanjut terkait kasus tersebut, Noval menyatakan jajarannya menunggu informasi dari Polda Metro Jaya.

“Kami mengimbau kepada warga terutama yang biasa menggunakan media sosial agar tidak gegabah dalam penggunaanya, karena jika ada yang keberatan lantaran dirugikan seperti halnya dalam kasus ini maka akan berurusan dengan hukum,” pungkasnya. (oke/nha/prokal/jpg/ca)

loading...

Feeds

Persib resmi mengontrak Carlton Cole. Foto: Ramdhani

Carlton Cole Nomor 12 di Persib

Persib menjadi tim bertabur bintang internasional. Setelah Michael Essien, kini Carlton Cole, eks striker Timnas Inggris diperkenalkan di Bandung, Kamis …