Sudah Kadung Cinta, Pemuda 28 Tahun Ini Nikahi Nenek-nenek

Martha Bate, 82, dan suaminya Sofyan Lohodandel, 28. (Muhammad Tan Reha/Jawa Pos)

Martha Bate, 82, dan suaminya Sofyan Lohodandel, 28. (Muhammad Tan Reha/Jawa Pos)

POJOKBANDUNG.com- Meski berbeda usia 54 tahun, pasangan Sofyan Lohodandel, 28, dan Martha Bate, 82, tak menghiraukan cibiran orang. Cinta menautkan hati mereka dalam ikatan pernikahan. Keduanya tampak bahagia.

Dalam pernikahannya, ibunda Sofyan, Magdalena Matahang, beserta sanak saudaranya dari desa Ayahanda Sofyan hadir bersama keluarganya, tapi hanya sebentar. Ayah-ibu Sofyan memang sudah lama bercerai. Ayah Sofyan lalu berkeluarga lagi dan tinggal di kota lain

Sementara Martha, perempuan yang lebih tepat dipanggil nenek itu sudah tidak punya siapa-siapa lagi di rumah. Suaminya sudah lama meninggal dunia. Sedangkan dua anaknya kini tinggal di luar negeri. Si sulung, Mike Bate, menetap di Jerman bersama keluarganya. Sementara itu, James Bate bekerja di Arab Saudi.

’’Tapi, anak-anak Mama semua setuju kok Mama nikah lagi. Mereka merestui,’’ ujar Martha kepada Manado Post (Jawa Pos Group-pojokbandung) di rumahnya, Lingkungan IV, Desa Lelema, Kecamatan Tumpuan, Minahasa Selatan, Senin (20/2).

Dalam upacara pernikahan, keluarga Martha diwakili sanak saudaranya sebagai saksi. ’’Jadi, intinya, kedua keluarga kami merestui perkawinan saya sama Papa Sofyan,’’ tambah Martha yang tampak sudah terbiasa menggunakan panggilan mama-papa antara dirinya dan sang suami, Sofyan.

Prosesi pernikahan pun berlangsung khidmat meski hanya dihadiri keluarga dekat kedua mempelai. Tak ada acara khusus setelah itu. Begitu upacara di gereja selesai, pengantin pulang ke rumah Martha yang sederhana. Di tempat itulah, pengantin baru tersebut kini tinggal.

Sebelumnya, saat pacaran, Sofyan harus menempuh perjalanan darat selama 3,5 jam untuk menuju rumah Martha di Lelema. Waktu itu Sofyan masih tinggal di Kotamobagu. Dia bekerja di bengkel motor di kota tersebut. Namun, sejak tiga bulan silam, dia memutuskan tinggal di rumah Martha.

Sejak itu, Sofyan hidup satu rumah dengan pacarnya, Martha, yang sudah nenek-nenek dan tinggal sendirian. Meski begitu, lama-kelamaan keduanya jadi merasa tidak enak dengan pandangan para tetangga sekitar.

’’Tiga minggu lalu Papa Sofyan mengajak Mama kawin. Awalnya Mama kaget. Tapi, setelah kami pikir berdua, akhirnya jadilah kami menikah di gereja kemarin itu,’’ ujar Martha yang selama ini hidup dari kiriman uang kedua anaknya yang tinggal di luar negeri.

Sofyan yang datang belakangan tampak malu-malu saat mendampingi istrinya. Dia mengakui bahwa sebelumnya pernikahan mereka sempat ditentang keluarga kedua mempelai. Namun, setelah diyakinkan bahwa dirinya betul-betul mencintai Martha, kedua keluarga akhirnya merestui.

’’Meskipun usia kami beda cukup jauh, saya tulus mencintai Martha. Maka, rencana pernikahan kami pun sempat ditentang keluarga. Banyak yang tidak setuju,’’ ujarnya. Bersambung (*/c10/ari/jpg)

loading...

Feeds

Sandrina Pukau Warga Cianjur

‎Tahun ini Napak Jagat Pasundan (NJP) mengusung tema 'Keur Balarea', ada banyak konsep baru dan unik dalam pengemasannya dibandingkan tahun …