Wah! Timses Atty-Azul Mengaku Diteror Sejak Dua Bulan sebelum Pencoblosan

Panggung debat Pilkada Cimahi. (Riana Setiawan)

Panggung debat Pilkada Cimahi. (Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI- Pendukung paslon nomor urut 1 dalam Pilkada Cimahi, Atty Suharti-Achmad Zulkarnain merasa dirugikan dengan praktik curang di Pilkada Cimahi.

Terutama, temuan dugaan black campaign yang terjadi dini hari menjelang pencoblosan, Rabu (15/2/2017). Seperti diketahui, dini hari sebelum pemungutan suara, warga kelurahan Melong, Cimahi Selatan menamankan dua pelaku yang menyebarkan selebaran yang menyudutkan calon pertahana tersebut.

Tak ayal, tim pemenangan Atty-Azul mendesak pihak berwajib mengusut tuntas kasus tersebut. “Saya punya keyakinan praktik oleh oknum yang ditangkap itu sudah lama. Kami ini diteror sudah hampir dua bulan lalu,” ujar Ali Hasan selaku Plt Ketua Golkar Cimahi.

Pria yang juga anggota Fraksi Golkar DPRD Jabar itu mengungkapkan, tim pemenangan Atty Azul sempat menemukan selebaran yang juga memojokkan pihaknya tersebar di tiap kelurahan di Kota Cimahi dua bulan lalu.

Menurutnya, jebloknya perolehan suara pasangan Atty Suharti-Ahmad Zulkarnain di Pilkada Cimahi itu juga merupakan ulah dalang black campaign tersebut.

“Panwaslu tidak mau menerima laporan kami karena tidak ada saksi. Ini jelas merugikan kami. Hasil perolehan suara sebagiannya dipengaruhi oleh kampanye gelap itu dan kondisi paslon satu juga seperti ini, dimanfaatkan oleh lawan-lawan kita,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Atty Suharti kini saat ini tengah menjalani pemeriksaan KPK sebagai tersangka kasus Suap Pembangunan Pasar Atas tahap II.

Ali mendesak ada kepastian dari pihak berwajib dalam mengusut tuntas dugaan kampanye hitam tersebut. “Jadi saya minta perhatian pak Kapolda Jawa Barat untuk masalah ini dan mengusut siapa teman-temannya, siapa yang membayarnya dan berapa kali dia berbuat saya kira sudah tidak bisa dihitung lagi,” tuturnya.

Sebelumnya, Panwaslu Cimahi mengaku masih meminta klarifikasi terhadap dua pelaku, yang salah satunya merupakan oknum polisi.

loading...

Feeds