Kebun Binatang Bandung (Bonbin) Dilarang Terima Satwa Sembarangan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengintruksikan kepada Kebun Binatang Bandung agar tidak menerima satwa dilindungi dari masyarakat tanpa prosedur resmi. Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Humas Kebun Binatang Bandung, Sunaryo, saat ditemui Radar Bandung (Grup pojokbandung.com).

Sunaryo menyampaikan, pihaknya tidak bisa menerima hewan peliharaan sembarangan dari masyarakat secara langsung, selain karena alasan prosedural juga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jadi masyarakat jangan tiba-tiba datang pada kami untuk menyerahkan hewan peliharaannya, itu tidak boleh, nanti kami ditegur,” ucapnya kepada Radar Bandung, Selasa (13/12).

Sunaryo pun mengaku, kesadaran warga di Jawa Barat untuk tidak lagi memelihara satwa dilindungi secara pribadi sudah semakin tinggi sehingga ingin menyerahkan kepada pihak konservasi Kebun Binatang Bandung.

“Beberapa kali ada yang datang pada kami untuk menyerahkan hewan seperti ular atau burung elang, mungkin karena tidak ada waktu untuk mengurusnya atau alasan lain, namun tanpa melalui BKSDA kami tidak bisa menerima,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sunaryo menerangkan, masih banyak juga warga yang tidak mengetahui prosedur yang harus dilaluinya untuk menyerahkan hewan peliharaan ke pihak konservasi Kebun Binatang Bandung.

“Kami selalu memberikan sosialisasi kepada warga di Bandung untuk menyerahkan hewan-hewan disertai surat-suratnya, hal tersebut selain untuk melindungi hewanya sekaligus melindungi pemiliknya agar tidak terkenal pasal perusakan kepada sumberdaya alam,” paparnya.

Sunaryo mengatakan, untuk proses penyerahan dari warga bisa melalui BKSDA tidaklah rumit bahkan prosedurnya cukup mudah serta tidak memakan waktu lama.

“Sebentar kok proses Berita Acara Penerimaan (BAP), apalagi kalau lancar dalam proses penjelasan histori asal-usul hewan tersebut,” tegasnya.

Sunaryo melanjutkan, setelah serah terima dari warga maka selanjutnya BKSDA akan akan membuat BAP dengan pihak kebun binantang sebagai benteng terakhir konservasi satwa dilindungi dimana bertugas mengkarantina hewan-hewan tersebut dan memeriksa kesehatan serta memantau selama masa adaptasi lingkungan.

“Kami gak bisa langsung melepas gitu aja, banyak hak yang harus kami lakukan setelah menerima satwa tersebut, usai proses karantina baru dilepas dengan hewan lainnya,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Sunaryo, pihak BKSDA pun akan terus mengkontrol hewan di Kebun Binatang Bandung setiap tiga bulan sekali.(arh)

loading...

Feeds

Ilustrasi

UNBK, 9 Mts di Cimahi Terpaksa Numpang

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Kementerian Pendidikan menganjurkan pelaksanaan UN untuk tingkat SMP dan MTs dilakukan dengan sistem berbasis komputer, guna meningkatkan …