Henna Mahendi, Kebudayaan Timur yang Diadopsi Menjadi Tren Fashion

Salah satu motif Henna Mahendi

Salah satu motif Henna Mahendi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Henna Mahendi yang berasal dari bahasa latin untuk tanaman Lawsonia Inermis yang diucapkan oleh orang Arab sebagai hinna, umumnya digunakan oleh para pengantin wanita yang akan menikah. Henna sendiri adalah bagian dari budaya ketimuran yang hingga detik ini masih dipertahankan oleh sebagian negara, begitu juga di Indonesia.

Henna mahendi budaya timur menjadi tren fashion

Sekarang, fungsi henna sendiri bukan untuk simbol suatu adat saja. Kini henna dapat digunakan kapan saja, sebagai tambahan riasan perempuan.

Henna muncul dibawa orang Arab yang memang memiliki tradisi untuk melukis henna di tangan dan kaki calon mempelai perempuannya. Di Arab kebanyakan perempuan yang akan dipersunting harus dilukis dulu tangannya. Bahkan tersedia malam khusus untuk melukis henna bagi perempuan dewasa dan anak-anak.

Henna mahendi tren fashion anak muda
Salah satu pelukis henna yang juga keturunan Arab, Vidaa Fatimah Alatas, mengatakan ia memiliki bakat melukis henna itu dari keturunan keluarga. Diakui Vidaa, ia memiliki kemampuan karena setiap anggota keluarganya masih mengikuti tradisi memakai henna saat acara pernikahan.

“Dari dulu di keluargaku memang masih mengikuti tradisi Arab dan rata-rata orang Arab itu harus bisa memakaikan henna. Jadi karena sering pake jadinya aku bisa melukis dan ngegambarnya,” jelas Vidaa saat ditemui beberapa waktu lalu.

Vidaa menceritakan, fungsi henna saat ini di Indonesia sudah dikembangkan menjadi sebuah riasan atau hiasan bagi perempuan. Tanpa memakai gelang ataupun kalung, ketika memakai henna perempuan dinilai tampak lebih cantik. Sebenarnya, lukisan henna itu hanya terdiri dari guratan titik-titik dan garis, namun sekarang sudah memiliki banyak motif.

“Sekarang udah banyak motifnya. Aku belajar dari keluarga sendiri sih, kebetulan ibu aku juga belajar ngehenna jadi aku coba aja sendiri. Sekarang untuk cari referensinya gampang, kalau gak googling atau aku lihat referensi dari artisnya,” cerita Vidaa.

Kebudayaan yang menjadi fashion di kalangan anak muda dengan berbagai motif henna
Lebih lanjut Vidaa mengatakan untuk belajar melukis henna tidak ada ilmu khususnya, harus berani mencoba dan iseng saja. Henna sendiri merupakan nama tinta yang dipakai untuk mengambar di tangan. Untuk proses pembuatan pun diakui Vidaa cukup lama, tergantung pada motif yang dipilh.

“Henna itu sih lebih ke tintanya, kalau alatnya pake pulpen atau plastik gitu. Sekarang emang zaman ngehenna, aku bisa disebut pelukis henna atau henna artis gitu. Terus waktu pembuatan gimana motifnya juga, kalau udah expert pasti bisa lebih cepat,” tuturnya.

Henna dengan berbagai motif untuk kalangan anak muda tren fashion

Untuk harga satu lukisan henna pun beragam macamnya. Mulai dari henna yang biasa, rata-rata harga dimulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 70 ribu sesuai dengan motif yang diinginkan oleh pemesannya. Biasanya harga yang paling mahal itu henna yang sudah pro seperti buat nikahan, harganya mulai dari Rp 700 ribu dari tangan sampai kaki. (raj/bas)

loading...

Feeds