Wow! Tol Bocimi Ditargetkan Tuntas 2017

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat targetkan pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-sukabumi (Bocimi) seksi satu bisa tuntas dan dioperasikan di pertengahan tahun 2017. Hal itu seiring dengan target pembangunan fisik seksi satu tol Bocimi pada bulan Januari 2017.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, saat ini pembangunan jalan tol Bocimi masih dalam tahap pembebasan lahan. Dimana tahap pembebasan lahan untuk di wilayah Kota Bogor sudah hampir mencapai 100 persen.

“Untuk Bogor ini hampir 100 persen, atau sekitar 98,44 persen. Jadi sisanya tingga 1,36 persen saja. Namun demikian yang 1,36 persen ini akan segera ditintaskan, solusinya apabila dalam proses tidak bisa selesai karena kita tidak bisa menunggu, kita akan lakukan konsinasi ke pengadilan dan dari Pemkot Bogor pun sudah lakukan koordinasi ke pengadilan dan pengadilan merespon, maka pembangunan tidak boleh terhenti di kota bogor,” jelas Iwa kepada wartawan usai serah terima aset pengganti milik Pemkot Bogor, di Bojong Kerta, Bogor, Selasa (12/1).

Dikatakannya, penyelesaian pembangunan jalan tol Bocimi sangatlah penting, terlebih hal itu sudah lama direncanakan. “Jadi jihad hukumnya untuk menyelesaikan tol Bocimi, karena ini sudah lama dan sangat ditunggu oleh masyarakat,” katanya.

Saat ini, lanjut Iwa, tim pembebasan lahan jalan tol Bocimi khususnya yang di Kota Bogor sedang melakukan pendekatan kepada para pemilik lahan yang belum sepakat. Namun demikian bila tidak ada kesepakatan maka tim pembebasan lahan pun akan membawa hal itu pada proses konsinasi dan jalur pengadilan.

“Kita perlu kerja cepat, tidak ada waktu lagi, makanya kalau tidak ada kesepakatan, kita lakukan konsinasi ke pengadilan. Jadi pembebasan lahan bisa terus dilakukan sambil menunggu keputusan pengadilan. Sehingga proses pembangunan bisa cepat,” katanya.

Begitu juga dengan proses pembebasan lahan di wilayah Kabupaten Bogor. Saat ini proses pembebasan lahan masih dilakukan, namun demikian masih terkendala dengan beberapa tanah wakaf.

“Yang di wilayah kabupaten bogor, khususnya tanah wakaf, kita sudah menugaskan kepala biro pelayanan sosial dasar juga kepala biro pemerintahan umum untuk melakukan langkah langkah lanjutan dalam rangka membebaskan 6 tanah wakaf. Walaupun kecil itu melintang di jalan, sehingga itu menyulitkan akses peralatan dan material. Sehingga kita harapkan itu selesai di bulan januari,” katanya.

Hal senada pun diungkapkan, Sekda Kota Bogor Ade Syarif Hidayat. Dikatakannya, lahan pembangunan untuk jalan tol Bocimi mencapai sekitar 36,49 hektar. Saat ini pihaknya tengah melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan seksi 1 sepanjang 15 km. Bahkan proses pembebasan lahan pun sudah mencapai hingga 98,64 persen.

“Masih ada 1,36 persen yang belum dibebaskan. Yang menjadi hambatan Terkait pembebasan lahan, dimana yang 1,3. Persen itu pemilik tanah masih keberatan dengan harga. Insyaalloh penyelesaiannya akan diselesaikan melalui pengadilan. Ini untuk kepentingan umum,” katanya.

Selain itu lanjutnya ada tanah wakaf mesjid di arjasari dengan luas sekitar 1200 meter, tapi solusinya sudah didapatkan. Termasuk juga dengan bidang tanah aset Pemkot di Bojong kerta, puskesmas, Dan sd Bojong kerta seluas 629 meter. “Untuk lahan SD Bojong Kerta dan Puskesmas, itu ganti lahan, bahkan sekarang sudah dibangunkan bangunan untuk SD dan Puskesmas dengan bangunan yang melebihi standar, jauh lebih bagus dari sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, Direktur PT Jabar Trans Tol Muhammad Sadali menargetkan pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi I (Ciawi-Lido) selesai pertengahan 2017.

“Target ini sudah disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Insya Alloh bisa sesuai dengan pelaksanaannya di lapangan,” jelas Sadali di lokasi pembangunan Bocimi.

Target internal sudah disesuaikan dengan kondisi lapangan dan insya alloh bisa sesuai dan dilaksanakan di lapangan. Untuk menunjang target tersebut, pihaknya pun telah me review lima desain bangunan dan akan tuntas bulan Januari 2016. Termasuk dengan menambah sumberdaya, baik dari sarana penunjang hingga sumberdaya manusia. “Mulai dari alat hingga manusianya disesuaikan,” kata Sadali.

Kaitannya dengan cuaca, Sadali mengaku bahwa dari sisi konstruksi tidak ada masalah, bahkan mudah dilaksanakan. Namun dari sisi tanah pasti ada risiko yang harus dihadapi. (agp)

loading...

Feeds